Fakultas Ekonomi Unand Terbaik Galeri Investasi BEI Award 2021
  • Home
  • Berita
  • Fakultas Ekonomi Unand Terbaik Galeri Investasi BEI Award 2021

Fakultas Ekonomi Unand Terbaik Galeri Investasi BEI Award 2021

Image

PADANG- Galeri Investasi (GI) Bursa Efek Indonesia (BEI) Fakultas Ekonomi Universitas Andalas menjadi yang terbaik dari sepuluh GI BEI di Sumatera Barat tahun 2021 ini.

Kepala Perwakilan PT BEI Sumatera Barar Early Saputra menyebutkan, GI BEI Award merupakan penghargaan kepada galeri yang aktif, produktif, edukatif dan inovatif.

“Pertumbuhan investor, nilai transaksi, keaktifan kegiatan edukasi hingga inovasi menjadi kriteria penilaian pada GI BEI Award. Berdasarkan penilaian tersebut, galeri di Fakultas Ekonomi Unand terpilih sebagai yang terbaik di Sumbar tahun ini,” kata Early, Rabu (15/12/2021).

Early memaparkan, capaian tersebut menunjukkan semangat dan sinergi yang baik dengan berbagai pihak. Termasuk PT Indo Premier Sekuritas selaku Anggota Bursa (AB) Mitra GI BEI FE Universitas Andalas.

Menurut Early, saat ini terdapat 10 Galeri Investasi. Setiap hari, seluruh GI tersebut terpantau aktif melakukan sosialisasi dan edukasi, termasuk dengan menyebarluaskan kreativitas dan inovasi mereka di berbagai platform media sosial.

“Tidak hanya mempublikasi ulang (repost) hasil riset dari perusahaan sekuritas, banyak dari mereka yang menuangkan ide kreatif untuk memperkenalkan pasar modal dengan cara kekinian, tidak kaku,” ungkapnya.

Selain GI FE Unand, ada GI di UNP, Politeknik Negeri Padang, Universitas Putra Indonesia, GI Syariah UIN Imam Bonjol dan GI Syariah IAIN Batusangkar. Kemudian GI BEI Universitas Dharmas Indonesia, GI BEI MM FE Universitas Andalas, GI BEI Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat dan GI BEI Universitas Dharma Andalas.

Early menambahkan, seiring wabah pandemi Covid-19, masyarakat semakin adaptif dengan berbagai kondisi, termasuk digitalisasi. Hingga memasuki tahun kedua wabah melanda, digitalisasi telah menjadi motor utama yang memperbarui cara hidup dan bersosialisasi.

Sikap adaptif masyarakat tersebut terhadap digitalisasi juga berdampak positif terhadap perkembangan pasar modal Indonesia. Berkat kemajuan teknologi informasi, kegiatan edukasi bisa dilakukan semakin masif, termasuk juga kegiatan di galeri investasi.

“Saat ini terdapat lebih dari 400 galeri investasi mulai dari perguruan tinggi, perusahaan, yayasan, lembaga hingga usaha kuliner. Edukasi kepasarmodalan semakin efektif dan tersebar secara lebih masif dengan keaktifan semua pihak di media sosial,” ujarnya.

“Berkat edukasi yang semakin masif, semakin banyak masyarakat yang tertarik dan mulai berinvestasi di pasar modal,” sebut Early.

Sepanjang tahun 2021, terjadi peningkatan cukup signifikan dari sisi jumlah investor di pasar modal. Dibanding tahun 2020, kenaikan mencapai 87,59 persen.

Dari tahun 2020 berjumlah 3.880.753 Single Identification Investor (SID), naik menjadi 7.279.980 SID berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) terkini.

Secara parsial, kenaikan jumlah investor pasar saham hampir dua kali lipat atau 99,09 persen. Dari 1.695.268 SID di tahun 2020 menjadi 3.375.221 SID tahun ini.

“Pertumbuhan positif ini tentu tidak terlepas dari masifnya edukasi yang dilakukan, termasuk melalui aktivitas galeri investasi tersebut,” tandasnya. (Febry)

Berita Terkait

Leave a Reply