PADANG–Ketua Fraksi PAN DPRD Padang, Faisal Nasir menilai ‘pasca Pilkada Sumbar, suasana cukup kondusif di Sumbar. Sementara pernyataan yang disampaikan FP3B terkesan bagai ancaman. Selaku kader partai pengusung, pernyataan tersebut akan menimbulkan masalah.
Menurut Faisal, apa yang dilakukan FP3B terkesan mengancam. “Forum pemuda pro Pilkada Badunsak jangan keluarkan pernyataan yang memancing keresahan atau kegaduhan,” kata Faisal Nasir, Senin (25/1).
Fraksi PAN DPRD Padang meminta Forum Pemuda Pro Pilkada Badunsanak (FP3B) untuk menghargai upaya hukum yang dilakukan oleh Paslon Gubernur Sumbar nomor urut 1 dalam gugatan hasil Pilkada Sumbar. Jangan sampai, pernyataan yang disampaikan malah memperkeruh suasana kondusif di Sumbar.
Dia menjelaskan, tudingan yang dilayangkan pada Andi Nurpati mantan Komisioner KPU RI sangat tidak tepat. Sebab, katanya, Andi Nurpati merupakan tenaga profesional yang terlepas dari anggota kepartaian. Menurutnya kehadirannya merupakan tugas personal sebagai seorang lowyers.
Kader partai pendukung sudah berupaya menghargai demokrasi dengan tidak adanya gerakan. Jangan sampai karena adanya ancaman penggalangan masa, malah terpikir pula oleh kader pendukung.
“Sekarang masih ada upaya hukum. Tidak perlu dilakukan teror karena upaya ini bagian dari demokrasi,” sebutnya. Malah di DPRD provinsi, dibentuk pansus menyikapi dugaan ijazah palsu. Karena itu jangan sampai memancing konflik di suasana nyaman pasca pilkada. Jika memancing, malah pernyataan FP3B dinilai tidak sesuai dengan nama forum yang dibentuk.
Faisal Nasir juga menyebutkan, akibat banyaknya komentar, Andi Nurpati malah merasa terancam. “Dia pernah diteror dan beberapa kali ditelepon. Sangat tidak elok rasanya mencampur adukan posisinya sebagai lowyers dan tenaga ahli. Pihak MK-Fauzi tidak lain hanya mencari titik terang dari dugaan pelanggaran seperti dukungan sistemik yang digalang. Ini bagian dari demokrasi,” tegas Faisal.
Diketahui, FP3B pernah memperingatkan mantan Komisioner KPU RI Andi Nurpati supaya menghentikan tindakannya yang disebut FP3B mengacak-acak pilkada Sumbar. Apabila peringatan ini tidak dindahkan, maka FP3B mengancam akan melakukan pengerahan massa untuk memberikan peringatan langsung kepada Andi Nurpati hal itu disampaikan FP3B dalam siaran persnya Minggu,kemarin.(baim).







