
BUKITTINGGI- Kemajuan suatu daerah terutama sekali dilihat dari kemampuan dalam menciptakan sumber daya manusia berkualitas. Semakin berkualitas SDM maka akan semakin maju daerah tersebut.
Hal itu diungkapkan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat Suaprdi dalam pembukaan evaluasi implementasi digitalisasi guru SMK se-Kota Payakumbuh dan persiapan SMK Ekspo 2024 di Kota Bukittinggi, Jumat (20/10/2023).
“Kemajuan suatu daerah tidak sekedar dari peningkatan pembangunan infrastruktur, namun terutama sekali dinilai dari kemampuan dalam menciptakan sumber daya manusia berkualitas,” ungkap Supardi.
Dia mengungkapkan, Sumatera Barat dulunya terkenal dengan daerah “industri otak” karena telah melahirkan banyak tokoh-tokoh pemikir yang ikut berjuang dalam kemerdekaan RI. Banyak pahlawan pergerakan kemerdekaan yang berasal dari Sumatera Barat, yang mampu berdiplomasi dalam memperjuangkan kemerdekaan.
“Hari ini, kehadiran tokoh-tokoh Minang di kancah nasional maupun internasional semakin berkurang, ini harus disadari bersama agar Sumatera Barat kembali menjadi daerah “industri otak” melahirkan kaum intelektual yang berkualitas,” ujarnya.
Untuk menciptakan hal itu, Supardi menegaskan, sektor pendidikan di Sumatera Barat harus terus digenjot. Para pemangku kepentingan di sektor pendidikan, hingga tenaga pendidik dan kependidikan harus mampu memanfaatkan perkembangan teknologi sebagai sarana yang efektif untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Menurutnya, Program Merdeka Belajar yang diterapkan pemerintah saat ini cukup mendukung transformasi pendidikan mengikuti perkembangan zaman. Pemerintah terus berupaya mencari format yang sesuai dengan tuntutan perkembangan dan kemajuan teknologi.
“Kurikulum Merdeka untuk saat ini dinilai efektif menggali dan mengembangkan bakat dan minat serta memacu peningkatan intelegensi siswa sebagai generasi penerus bangsa,” lanjutnya.
Dia menambahkan, digitalisasi guru dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan tenaga pendidik dalam menguasai teknologi digital yang diharapkan mampu menunjang pelaksanaan proses pembelajaran sesuai dengan perkembangan teknologi. Dengan memanfaatkan ruang digital sebagai sarana pembelajaran, diyakini proses belajar mengajar akan semakin menarik, kekinian (update) dan efektif.
“Kegiatan evaluasi implementasi digitalisasi ini dilakukan untuk melihat sejauh mana perkembangan penerapannya, sehingga bisa diperbaiki kelemahannya serta ditingkatkan kapasitas kegiatannya untuk menciptakan tenaga pendidik yang mampu menguasai ruang digital sebagai sarana penunjang proses belajar mengajar,” tandasnya. F






