
PADANGPANJANG – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Padangpanjang mendistribusikan zakat tahap III kepada 136 mustahiq melalui empat program, di Masjid Tauhid, Kelurahan Pasar Usang, Kamis (18/3).
Berdasarkan data Baznas, empat program ini senilai Rp. 287.725.500. Rinciannya, program Padanglanjang Makmur sebesar Rp. 200.400.000 dibagikan kepada 88 mustahiq. Lalu program Padangpanjang Cerdas Rp. 64.300.000 kepada 36 mustahiq. Padangpanjang Sehat Rp. 18.025.500 untuk 8 mustahiq, dan Padangpanjang Peduli Rp. 5.000.000 bagi 4 mustahiq.
Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Dr. Desmon, M.Pd, yang menyerahkan secara simbolis pada kesempatan itu, menyampaikan apresiasi kepada Baznas dan mengajak penerima zakat menggunakan sesuai dengan yang disyariatkan, bukan untuk hal yang tidak bermanfaat.
“Mari berusaha sekuat mungkin memanfaatkan zakat. Mudah-mudahan tahun depan para mustahiq berstatus menjadi orang yang sejahtera, mengeluarkan sebagian haknya kepada orang lain,” katanya.
Pemko dan Baznas, kata Desmon, akan terus bergandengan. Terkait Program Padangpanjang Cerdas, menurut Desmon, penting karena pendidikan akan memutus kemiskinan dan mengangkat harkat martabat manusia. “Jaga daya juang kita, sempurnakan niat yang baik untuk mengubah nasib. karena nasib kita, kita sendiri yang bisa mengubahnya. Ini janji Allah,” ujarnya.
Ketua Baznas Syamsuarni, S.Ag menyampaikan, pada Februari lalu, pihaknya sudah menyalurkan zakat kepada 114 mustahiq. Di bulan yang sama juga disalurkan kepada 54 mustahiq Program Padangpanjang Cerdas. “Zakat hari ini merupakan tahap ke-3,” katanya.
Senada dengan Desmon, Syamsuarni mengajak para penerima zakat dapat meningkatkan diri menjadi muzaqi. “Camkanlah dalam diri cukup sekali ini jadi mustahiq, mudah-mudahan ke depan bisa menjadi mustahiq. Bukan menghalangi hak bapak-ibu, tapi ada yang perlu disikapi. Khusus Padangpanjang Makmur nantinya diberikan satu kali dalam tiga tahun, kecuali bagi mereka yang uzur,” ungkapnya.
Di samping itu, Syamsuarni menyebut pendistribusian zakat akan lebih banyak ke dana pendidikan. “Kami akan menggenjot untuk dana pendidikan.
Menjadikan Kota Padangpanjang Kota Cerdas, ketika cerdas menjadi sarjana, diharapkan tidak ada lagi yang menjadi mustahiq,” ucapnya. (de)







