
DHARMASRAYA – Maraknya tempat hiburan malam karoke di Kabupaten Dharmasraya yang selama ini beraktivitas dan tak kunjung ada penindakan dari instansi terkait membuat resah masyarakat. Akibatnya, ratusan emak-emak yang berada di daerah Sitiung 4 Jorong Blok D, Nagari Koto Gadang, Kecamatan Koto Besar, Kabupaten Dharmasraya Sumatera Barat, Senin (22/10) sekitar pukul 13.00 WIB.
Emak-emak itu melakukan demo ke sejumlah kafe. Salah satunya kafe hiburan malam karoke di daerah tersebut. Hasilnya, lima orang yang diduga pelayan kafe esek-esek diamankan ke kantor wali setempat.dan sebagian pekerja ada yang kabur.
Informasi yang dikumpulkan di tempat kejadian, warga sekitar sudah resah dengan ada nya aktivitas warung remang-remang yang berkedok kafe tempat hiburan malam karoke esek-esek yang selama ini beraktivitas.
Salah seorang warga Fitri, 40, mengatakan “Iko maksiat ma pak, di agamo sangat dilarang dan sangat berdampak pado moral anak-anak kami, talabiah bana suami kami pak,” yang selama ini ada aktivitas tempat hiburan malam karoke esek-esek,kayak nya di biarkan ,maka kami dari kaum ibu melakukan aksinya.
Aksi kaum hawa yang sedikit mendahului petugas penegak Peraturan Daerah (Perda) itu, menuntut penutupan kafe yang beroperasi di wilayahnya.” Kalau bisa ditutup saja kafe ini, karna akan sangat berdampak buruk bagi daerah yang kental dengan agama ini,” katanya.
Sementara itu, Wali Nagari Koto Gadang, saat dikonfirmasi via telfhon terkait aksi emak-emak yang resah dan menyisir seluruh kafe tersebut, membenarkan akan aksi ibuk-ibuk itu.
” Benar, ada ratusan ibuk-ibuk yang menyisir kafe di Nagari saya,” kata Ivan Budianto, via telfhon genggamnya, Dirinya menyebutkan, dalam aksinya itu, sejumlah wanita yang diduga pelayan kafe digiring oleh masa yang didominasi ibuk-ibuk ke kantor wali setempat.” Ada lima yang diduga wanita penghibur diamankan oleh masyarkat saya, yang saat ini kita amankan dikantor wali,” katanya.
Saat ditanya tentang tuntutan para aksi tersebut, Walinagari belum bisa memberikan pernyataan tentang apa yang diinginkan dari aksi swiping emak-emak tersebut.” Belum tau apa yang diinginkan pak, kini kami sedang menyelesaikan persoalan tersebut,” katanya. (ek/tump)






