Ekspansi ke Sumatera Sejak 2020, Amartha Gaet 204 Ribu Perempuan Pelaku UKM
  • Home
  • Berita
  • Ekspansi ke Sumatera Sejak 2020, Amartha Gaet 204 Ribu Perempuan Pelaku UKM

Ekspansi ke Sumatera Sejak 2020, Amartha Gaet 204 Ribu Perempuan Pelaku UKM

Image

PADANG- Sejak melakukan ekspansi ke Pulau Sumatera tahun 2020, Amartha Mikro Fintek (Amartha) telah menjangkau lebih dari 204 ribu perempuan pelaku usaha mikro. Pelayanan tersebar di 141 titik operasional di seluruh Sumatera, mulai dari Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Lampung, Jambi, dan lain-lain.

Amartha merupakan perusahaan finansial teknologi (fintek) peer to peer lending yang berfokus kepada pemberdayaan perempuan pengusaha mikro di pedesaan. Chief Risk & Sustainability Officer Amartha, Aria Widyanto dalam konferensi pers, Rabu (24/11/2021) menyebutkan hal itu.

“Pertumbuhan di Sumatera cukup signifikan, sejak ekspansi tahun 2020 lalu,” kata Aria.

Performa bisnis di Sumatra tergolong baik. Menurut Aria, pertumbuhan mencapai tiga kali lipat dan penyaluran sebesar Rp893 miliar per Oktober 2021.

Dia menambahkan, sesuai misi Amartha ikut mewujudkan pemerataan kesejahteraan, pihaknya terus mendorong penyaluran pembiayaan produktif di berbagai wilayah di luar Pulau Jawa, terutama di Sumatera.

“Hal itu kami lakukan sekaligus untuk mendorong percepatan pemulihan ekonomi sektor mikro pascapandemi, ini juga terinspirasi dari ketangguhan perempuan pelaku usaha mikro dalam upaya bangkit dan sejahtera,” ujarnya.

Seiring pertumbuhan di Pulau Sumatera, Provinsi Sumatera Barat juga mengalami pertumbuhan signifikan. Head of Micro Business Amartha wilayah Sumatra, M. Akib menyampaikan, dibandingkan tahun 2020, Sumatera Barat mencatatkan pertumbuhan hingga 167 persen.

“Sampai Oktober 2021, total penyaluran pendanaan di Sumatra Barat mencapai Rp208 miliar, sementara sepanjang tahun 2020 penyaluran sebesar Rp78 miliar atau naik 167 persen,” katanya.

Aqib menerangkan, Sumatera Barat menjadi daerah dengan pertumbuhan paling pesat. Seiring itu, kualitas portofolio juga sangat terjaga. Amartha telah menyalurkan pendanaan kepada lebih dari 46 ribu mitra perempuan pengusaha mikro di daerah itu. Tingkat pengembalian pinjaman mencapai 99,90 persen.

“Artinya, hampir seluruh peminjam mampu membayar dan tepat waktu. Penyaluran di Sumatera Barat terbanyakndi Kota Padang dan Kabupaten Dharmasraya,” sebutnya.

Untuk memastikan kualitas pinjaman, Amartha mengerahkan hampir 300 orang tenaga lapangan yang tersebar di Sumatra Barat. Tugasnya adalah untuk memonitor perkembangan usaha para mitra, terutama di masa pandemi yang memberikan dampak cukup besar di sektor UMKM.

“Tenaga lapangan bertugas membantu mitra untuk tetap produktif melalui berbagai pelatihan seperti kewirausahaan, literasi keuangan dan teknologi digital dan sebagainya,” ulasnya.

Amartha menargetkan, penyaluran dana di seluruh Pulau Sumatera hingga akhir tahun 2021 sebesar Rp1 triliun. Sementara untuk Sumatera Barat, ditargetkan penyaluran pendanaan sebesar Rp400 miliar tahun 2021.

Aqib meyakini, pihaknya optimistis dapat menjangkau mitra lebih banyak lagi di Sumatera Barat. Amartha menargetkan jangkauan bisa mencapai 100 ribu perempuan pelaku usaha mikro di daerah itu. Program digitalisasi juga akan terus digalakkan, dengan mensosialisasikan penggunaan aplikasi Amartha+ ke lebih banyak mitra.

“Potensi Sumatera Barat untuk pengembangan UMKM masih memiliki peluang besar dan akan terus bertumbuh. Amartha membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak dan instansi untuk nendongkrak pertumbuhan UMKM,” tutupnya. (Febry)

Berita Terkait

Leave a Reply