Ekonomi Sumbar Tumbuh 4,71 Persen di Triwulan II 2024
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi Sumbar Tumbuh 4,71 Persen di Triwulan II 2024

Ekonomi Sumbar Tumbuh 4,71 Persen di Triwulan II 2024

Image

PADANG- Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Barat Mohamad Abdul Majid Ikram menyebutkan, ekonomi Sumatera Barat tumbuh 4,71 persen year on year (yoy) di triwulan II tahun 2024. Pertumbuhan tersebut menurutnya lebih tinggi dibanding triwulan I yang sebesar 4,39 persen yoy.

Hal itu diungkapkan dalam pertemuan dengan wartawan di kantor Bank Indonesia Sumatera Barat, Kamis (8/8/2024). Menurutnya, hal itu didasarkan kepada berita resmi statistic yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

“Secara spasial pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Sumatera yang sebesar 4,48 persen (yoy) namun masih lebih rendah dibandingkan pertumbuhan nasional sebesar 5,05 persen yoy,” terang Majid.

Dia menerangkan, dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat triwulan II didorong oleh Lapangan Usaha (LU) Perdagangan dan LU Transportasi dan Pergudangan. LU Perdagangan tumbuh sebesar 5,11 persen (yoy) meningkat dibanding triwulan sebelumnya yang sebesar 4,47 persen yoy.

“Ini sejalan dengan hasil survei liaison yang dilakukan Bank Indonesia, di mana permintaan domestik khususnya di sector perdagangan meningkat dibandingkan triwulan pertama,” jelasnya.

Menurutnya, peningkatan lapangan usaha perdagangan dan lapangan usaha transportasi dan pergudangan tersebut terutama disebabkan oleh momentum hari besar keagamaan nasional (HBKN) Idul Fitri dan Idul Adha. Selain itu juga karena momentum libur semester sekolah yang mendorong aktivitas ekonomi dan pariwisata.

Sementara itu di sisi pengeluaran, lanjutnya, peningkatan konsumsi seiring momentum HBKN Idul Fitri dan Idul Adha mendorong peningkatan kinerja ekonomi Sumatera Barat pada triwulan II. Konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 4,31 persen yoy, meningkat dibandingkan triwulan I yang sebesar 4,23 persen yoy.

Selain itu, Majid memaparkan, peningkatan kinerja ekonomi juga didorong oleh Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB yang tumbuh sebesar 2,77 persen yoy dibandingkan triwulan sebelumnya yang mengalami kontraksi sebesar -0,68 persen yoy. “Peningkatan ini sejalan dengan perbaikan persepsi investor yang membaik Pasca-Pemilu,” jelasnya.

Konsumsi pemerintah yang mengalami kontraksi sebesar -0,46 persen yoy menahan peningkatan kinerja ekonomi Sumatera Barat lebih tinggi. Menurut Majid, kondisi itu merupakan dampak dari penurunan realisasi belanja modal pemerintah pada triwulan II tahun 2024.

“Gejolak geopolitik dunia juga turut menahan kinerja ekspor dan impor sehingga terjadi penurunan permintaan komoditas ekspor utama karet dan fluktuasi Harga minyak dunia,” lanjutnya.

Majid menyebutkan, pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat turut didukung oleh akseptasi layanan pembayaran digital yang semakin luas. Menurutnya, jumlah pengguna QRIS pada triwulan II tahun 2024 mencapai 824.214 pengguna dengan penambahan sebanyak 38,75 ribu pengguna atau tumbuh sebesar 40,67 persen yoy.

Jumlah merchant QRIS juga tumbuh sebesar 14,47 ribu atau 27,32 persen yoy menjadi total 514.577 merchant. Pertumbuhan pengguna dan merchant QRIS itu mendorong pertumbuhan volume dan nominal transaksi.

“Terjadi sebanyak 8,12 juta transaksi QRIS pada triwulan II atau tumbuh sebesar 473,08 persen yoy, nominal transaksi mencapai Rp1 triliun atau tumbuh sebesar 370,10 persen yoy,” bebernya.

Meski meningkat pada triwulan II, Majid memprakirakan kinerja ekonomi Sumatera Barat akan sedikit melambat pada triwulan III tahun 2024. Hal itu terutama disebabkan oleh normalisasi aktivitas ekonomi setelah momentum HBKN Idul Fitri dan Idul Adha serta periode libur sekolah. F

Berita Terkait

Leave a Reply