
AGAM – Pemilihan wali nagari secara voting elektronik (e-voting) di Kabupaten Agam, menjadi contoh serta sebagai ajang belajar oleh daerah kabupaten lain. Dua Pemerintah Kabupaten melaku studi banding terkait hal itu, yaitu Pemerintah Kabupaten Sidoharjo, Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi.
Kepala Badan pemberdayaan Masyarakat dan Nagari Kabupaten Agam, Rahmad Lasmono saat ditemui padangmedia.com, Rabu (25/7) mengatakan, Pilwana Agam dengan menggunakan e-voting menjadi rujukan sebagai tempat belajar bagi kabupaten lain. Belum lama ini, ada dua pemkab yang berkunjung.
Kedatangan rombongan diterima langsung oleh Bupati Agam Indra Catri, Sekda Martias Wanto dan pimpinan OPD lainnya. Rombongan sangat antusias dengan kunjungan tersebut. Menurut mereka, banyak manfaat dalam penyelenggaraan e-voting, tidak ada yang rumit. Bahkan, pemilih yang tidak pandai menggunakan komputer pun tidak akan kesulitan saat memberikan hak pilih mereka.
Dikatakannya, sampai saat ini, Kabupaten Agam telah melaksanakan empat tahap pemilihan. Pelaksanaan pemilihan wali nagari di 28 nagari di Agam dibagi menjadi lima tahap. Berhubungan dengan alat e-voting yang masih kurang dengan jumlah 90 set. Potensi konflik yang biasanya terjadi pada pemilihan manual bisa diminimalkan karena hasil pemilihan tidak ada batas toleransi kesalahan.
Adapun nagari yang sudah melansanakan pilwana sampai Selasa adalah Pilwana tahap pertama digelar pada Minggu (16/7) untuk tiga nagari, yakni Nagari Salareh Aia, Nagari Bawan dan Nagari Sitanang. Pilwana tahap dua digelar pada Rabu (19/7) untuk sembilan nagari, yakni Nagari Tiku Utara, Nagari Duo Koto, Nagari Sianok Anam Suku, Nagari Koto Gadang, Nagari Malalak Barat, Nagari Malalak Timur, Nagari Peninjauan, Nagari Koto Malintang, dan Nagari Balingka.
Pilwana tahap tiga digelar pada Sabtu (22/7) untuk tujuh nagari, yakni Nagari Taluak Ampek Suku, Nagari Ladang Laweh, Nagari Gaduik, Nagari Kapau, Nagari Padang Lua , Nagari Kubang Putiah, dan Nagari Sungai Tanang.
Selanjutnya, Pilwana tahap empat digelar pada Selasa (25/7) untuk lima nagari, yakni Nagari Sungai Pua, Nagari Nan Tujuh dan Nagari Pasia Laweh, Nagari Batu Palano, dan Nagari Padang Laweh. Terakhir Pilwana tahap lima digelar pada Sabtu (29/7) untuk empat nagari yakni, Nagari Lambah Nagari Kamang Hilia, Nagari Balai Gurah, dan Nagari Biaro Gadang.
“Sejauh ini, penyelenggaraan Pilwana dengan e-voting berjalan lancar dan tidak ada kendala yang mencolok. Kami berterima kasih karena daerah kita menjadi percontohan tempat belajajar bagi daerah lain,” pungkasnya. (fajar)






