PADANGPANJANG – Hasil uji laboratorium kualitas udara Kota Padangpanjang oleh tim dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat pada Jum’at (4/9) lalu menyebutkan bahwa kualitas udara saat itu masuk dalam kategori tidak sehat. Dengan Particulate Matter (PM) 10 pada level 231ug/m3 dan dengan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) dalam kategori tidak sehat.
Demikian disampaikan Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kota Padangpanjang, Erwina Agreni saat dikonfirmasi padangmedia.com, Sabtu (12/9) siang via selulernya.“Hasil uji labor oleh tim Dinkes Provinsi dari sampel udara Kota Padangpanjang yang diambil Jum’at pekan lalu itu, PM 10 231ug/m3 dengan ISPU kagori tidak sehat. Tapi, hasil tersebut berlaku selama 24 jam hanya pada saat itu,” ungkap Erwina Agreni.Dijelaskannya, beberapa hari kemudian, petugas dari Stasiun Pemantau Atmosfer Global atau Global Atmosphere Watch (GAW) Kototabang juga melakukan pengujian kualitas udara Kota Padangpanjang. Pengujian yang dilakukan sekitar satu jam pukul 11:00 wib- 12:00 WIB tersebut, PM 10 berada pada level 178-193ug/m3 dengan ISPU kategori tidak sehat.
Meskipun beberapa hari kemudian kualitas udara Kota Padangpanjang sedikit membaik dalam kategori sedang, dipengaruhi oleh hujan, namun beberapa hari berikutnya kualitas udara di kota itu kembali memburuk. Terkait hal tersebut, Wakil Walikota Padangpanjang, Mawardi menginstruksikan untuk meliburkan sekolah setelah rapat koordinasi yang dilakukan bersama pihak sekolah dan SKPD terkait hari ini kegiatan PBM diliburkan.
“GAW Kototabang beberapa hari belakangan dari monitoring PM 10 dan ISPU kategori sedang. Tapi, itu monitoring dan kualitas udara yang diuji berada di sekitar GAW dan dengan kondisi kualitas udara Kota Padangpanjang beberapa hari terakhir Wawako instruksikan untuk liburkan sekolah dan dengan rapat Jum’at 11/09 diputuskan untuk meliburkan kegiatan PBM untuk hari ini,” jelas Erwina.
Sementara itu, sejak pagi, kabut asap di Kota Padangpanjang masih berbau dan menyengat. Selain meliburkan sekolah hari ini, Pemko Padangpanjang melalui kendaraan operasional Dinas Kesehatan juga berkeliling kota untuk sosialisasi antisipasi kabut asap yang terasa kian mengganggu pernafasan dan kesehatan. (isril)