
PADANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat meminta pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tidak dinodai kecurangan. Sekolah dan siswa hendaknya menjaga integritas dan mengikuti ujian dengan kemampuan sendiri. Dinas Pendidikan harus mengambil tindakan tegas terhadap sekolah yang diketahui berbuat curang.
UNBK yang sudah dimulai sejak kemarin (Senin, 3/4) untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Darmon, anggota Komisi V DPRD Provinsi Sumatera Barat mengingatkan, para siswa yang mengikuti ujian untuk tidak terpengaruh dengan isu kunci jawaban.
“Seluruh siswa hendaknya percaya kepada kemampuan sendiri, jangan terpengaruh dengan isu kunci-kunci jawaban,” ingat Darmon, Selasa (4/4).
Dia mengungkapkan keyakinan bahwa siswa yang akan mengikuti ujian sudah mempersiapkan diri dengan baik. Pihak sekolah tentunya juga memiliki program persiapan untuk siswa dalam menghadapi ujian seperti tryout dan sebagainya.
“Persiapan itu tentunya untuk meningkatkan rasa percaya diri siswa. Dengan rasa percaya diri, kita yakin siswa bisa menghadapi ujian dengan tenang dan tidak terpengaruh dengan isu kunci jawaban dan tidak berlaku curang dalam ujian,” ujarnya.
Sementara, anggota Komisi V DPRD Sumatera Barat lainnya, Supardi meminta Dinas Pendidikan untuk melakukan pengawasan ketat dalam pelaksanaan UNBK. Pihak sekolah jangan sampai menodai UN dengan melakukan tindakan curang agar siswanya bisa lulus.
“Kami meminta Dinas Pendidikan melakukan pengawasan ketat dan pihak sekolah jangan menodai dengan kecurangan. Kalau ada sekolah yang curang, harus ditindak tegas,” katanya.
Ujian nasional, lanjutnya, merupakan salah satu langkah menyiapkan generasi penerus bangsa yang harus ditanamkan nilai-nilai kejujuran. Untuk itu, fungsi pengawasan harus berjalan dengan baik dan kejujuran harus menjadi komitmen seluruh stakeholder terkait.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat Burhasman Bur menyebutkan, UNBK SMK di Sumatera Barat tahun ini diikuti oleh 18 975 siswa dari total 22.820 siswa yang ikut UN. 3.854 siswa lainnya mengikuti UN berbasis kertas. Ujian akan berlangsung hingga tanggal 6 April mendatang. UNBK SMK akan berlangsung di 81 SMK Negeri dan 65 SMK di seluruh Sumatera Barat.
Sementara itu, untuk Sekolah Menengah Atas (SMA), UN akan berlangsung dari tanggal 10 hingga 13 April 2017. Untuk kelancaran UNBK, pihaknya sudah berkoordinasi dengan PT PLN dan PT Telkomsel, agar tidak ada gangguan pasokan listrik dan gangguan jaringan internet selama UN berlangsung. (feb)






