PADANG- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat mendorong pemerintah provinsi untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas sesuai dengan potensi daerah. Selama ini, program peningkatan pendidikan baru dalam sebatas kualitas namun belum bersentuhan langsung dengan penggalian potensi sehingga tamatan perguruan tinggi di Sumatera Barat masih banyak yang mencari pekerjaan ke daerah lain atau menjadi pengangguran.
Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat Arkadius Datuak Intan Bano usai membuka Road Show Institut Pertanian Bogor (IPB) di Kampus Universitas Andalas Limau Manih, Padang, Sabtu (30/1) meminta, ke depan pemerintah provinsi melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) hendaknya menyusun suatu rancangan distribusi lulusan SLTA yang akan masuk ke perguruan tinggi.
” Selama ini sistim distribusi ini belum diterapkan secara spesifik sehingga potensi SDM dari lulusan perguruan tinggi tidak terserap di dalam daerah,” kata Arkadius.
Sebagai Daerah berpotensi agraria dan kemaritiman, Sumatera Barat seharusnya menyiapkan generasi yang siap terjun di bidang-bidang yang sinkron dengan potensi tersebut sehingga potensi daerah bisa tergarap maksimal dan SDM Sumatera Barat lulusan perguruan tinggi ini terserap di dalam daerah. Lebih jauh menurutnya, pengoptimalan poensi SDM untuk menggali potensi daerah ini sangat penting ke depan karena Indonesia termasuk Sumatera Barat harus bersiap diri menghadapi era ekonomi global Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
” MEA ini sebuah tantangan yang bukan untuk ditakuti tetapi adalah sebagai peluang bagi kita untuk menggenjot perekonomian yang bersumber dari potensi yang dimiliki. Jika tidak disiapkan SDM yang mampu mengelola, bukan tidak mungkin kita hanya bisa menikmati produk- produk luar negeri dan tidak memiliki produk sendiri yang bisa dijual ke luar negeri,” ingatnya.
Terkait dengan IPB yang melakukan roadshow ke beberapa kota di Sumatera Barat, ini merupakan suatu kesempatan bagi lulusan SLTA di daerah ini untuk memasuki perguruan tinggi tersebut. Melalui roadshow, kata Arkadius yang juga Ketua Himpunan Alumni IPB Sumatera Barat ini, IPB ingin mengenalkan secara lebih spesifik apa dan bagaimana perguruan tinggi tersebut termasuk fakultas- fakultas yang disediakannya.
” Sumbar sebagai daerah agraria tentunya membutuhkan tenaga- tenaga ahli di bidang pertanian untuk menggenjot optimalisasi penggalian potensi sektor pertanian dan ini kesempatan bagi daerah,” lanjutnya.
Namun demikian, Sumbar tidak saja membutuhan tenaga ahli di bidang pertanian saja. Ada potensi di sektor kemaritiman seperti perikanan dan kelautan, Sumber daya mineral dan gas alam (geothermal). Pada akhirnya sistim distribusi lulusan SLTA akan sangat berperan sehingga siswa lulusan SLTA bisa diarahkan untuk masuk ke perguruan tinggi yang diminati sekaligus dibutuhkan.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Roadshow IPB di Unand, Muhammad Ihsan menjelaskan kegiatan roadshow tersebut adalah untuk mengenalkan IPB lebih jauh kepada siswa- siswa SLTA dan di Sumbar dilaksanakan di tiga daerah yaitu Bukittinggi, Padang dan Solok. Roadshow tersebut merupakan bagian dari sosialisasi kampus, bertujuan untuk memberikan pilihan kepada siswa SLTA dalam merancang masa depan.
” Dengan mengenalkan kepada para siswa, IPB bisa menjadi satu pilihan ketika siswa- siswa tersebut akan memasuki perguruan tinggi,” kata Ihsan.
Ia menyebutkan, jumlah mahasiswa asal Sumatera Barat di IPB setiap tahun terus meningkat. Tahun ajaran lalu, yang masuk ke IPB dari Sumbar sudah berjumlah 150 orang sementara tahun sebelumnya 125 mahasiswa. Jumlah itu jauh lebih kecil dibanding jumlah pelamar karena untuk masuk ke IPB harus melalui jalur SNPMB yang seleksinya sangat ketat. Kegiatan sosialisasi juga terus ditingkatkan dan tahun ini mengundang sekitar 1000 siswa di tiga kota, meningkat dari tahun sebelumnya 500 siswa SLTA. (feb)







