DPRD Sumbar Dorong Optimalisasi Pengelolaan Sampah untuk Hasilkan PAD
  • Home
  • Berita
  • DPRD Sumbar Dorong Optimalisasi Pengelolaan Sampah untuk Hasilkan PAD

DPRD Sumbar Dorong Optimalisasi Pengelolaan Sampah untuk Hasilkan PAD

Image

PAYAKUMBUH- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat Muhidi meninjau Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Regional di Payakumbuh, Jumat (4/7/2025). Dalam kunjungan itu Muhidi mendorong pengelolaan sampah dioptimalkan dan bisa menghasilkan pendapatan asli daerah (PAD).

“Sampah jika dikelola dengan baik akan menjadi komoditi yang mendatangkan nilai ekonomi dan menjadi pendapatan asli daerah, jadi tidak bermuara di tempat pembuangan akhir, masih bisa diolah lagi,” ujarnya dalam kunjungan tersebut.

Menurut Muhidi, dalam kondisi keuangan daerah yang terbatas saat ini harus jeli melihat potensi penerimaan termasuk dari pengolahan sampah. TPA Regional Payakumbuh merupakan salah satu yang dinilai strategis dalam upaya optimalisasi pengelolaan sampah untuk dijadikan komoditi yang mendatangkan pendapatan bagi daerah.

“Jadi yang perlu dilakukan adalah melakukan optimalisasi pengelolaan agar sampah menjadi komoditi yang produktif, menghasilkan. Sebab kondisi keuangan daerah saat ini menuntut inovasi untuk menggenjot pendapatan,” ulasnya.

Muhidi menambahkan TPA Regional Payakumbuh memiliki potensi strategis untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah yang terintegrasi untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Untuk itu, dibutuhkan upaya yang komperehensif didukung oleh sarana prasarana yang dibutuhkan agar sampah bisa diolah untuk menjadi komoditi yang menghasilkan pendapatan.

“Apakah perlu penambahan alat, sarana prasarana, peningkatan sumber daya manusia, ataupun kebutuhan lainnya termasuk regulasi agar pengelolaan sampah bisa dimaksimalkan,” ujarnya.

Lebih jauh ia memaparkan, ke depan, inovasi dalam pengolahan sampah harus ditingkatkan sehingga TPA tidak sekadar menampung tumpukan sampah. Akan tetapi sampah yang dikirim ke TPA dapat diolah kembali menjadi komoditi yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan.

Kunjungan kerja Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat tersebut diterima oleh Kepala UPTD TPA Regional Payakumbuh Desrizal. Dia menyampaikan, sejauh ini penerimaan dari pengelolaan sampah yang berasal dari retribusi sebagian besar habis untuk biaya operasional.

“Retribusi sampah untuk satu ton masih di bawah Rp100 ribu, sebagian besar penerimaan dari retribusi habis untuk biaya operasional. Perlu dilakukan penyesuaian tarif retribusi agar bisa meningkatkan pendapatan dan menutupi biaya operasional termasuk pemeliharaan alat,” katanya. F

Berita Terkait

Leave a Reply