
SAWAHLUNTO – Proyek pembangunan los Pasar Sawahlunto menjadi sorotan DPRD Kota Sawahlunto. Dewan menilai pelaksanaan terlalu lambat oleh rekanan CV Anak Buah Jao dan ada keraguan apakah sudah sesuai dengan spek perencanaan atau tidak.
Wakil Ketua DPRD Sawahlunto, Hasjhony saat meninjau pelaksanaan proyek bersama komisi III, Kamis (12/11), menyatakan, pelaksanaan proyek itu sangat janggal. Karena, dari jawaban para pengawas lapangan dan PPTK membenarkan bahwa hanya dua tiang beton saja yang memakai split. Sedangkan sebagian besar hanya menggunakan kerikil saring.
“Temuan ini harus ditindaklanjuti oleh Dinas PU dan jajaran pengawas serta PPK dan PPTK pekerjaan agar apa yang jadi temuan bersama kepala Dinas PU ini ditindaklanjuti,” ungkapnya pada tinjauan lapangan yang dipimpin Deri Asta dan diikuti anggota Komisi III DPRD Yunasril, Adi Ikhtibar, Elfia Rita Dewi, lazuardi dan kepala Dinas PU Nova Erizon itu.
Setidaknya, jelas Hasjhoni, dari perencanaan apakah sesuai sebagian memakai split dengan mutu beton K.225 dengan temuan lapangan yang memakai kerikil saring. Karena, dari segi harga split dengan kerikil saring jauh lebih mahal split.
Saat ditanyakan, Anggota Komisi III Yunasril sampai sejauh mana pelaksanaan volume pekerjaan saat ini, Wensky selaku PPTK proyek menyatakan, kemajuan dan volume pekerjaan masih 25,5 persen.
Mendengar keterangan itu, Ketua Komisi III Deri Asta sangat pesimis pekerjaan bernilai Rp.1.658.900.000 bernomor kontrak 510/11/SPK-DAK/
akan selesai. “Saat ini masih 25,5 persen, tentu ini sangat riskan untuk percepatan pekerjaan yang masih banyak item pekerjaan serta pendeknya waktu pelaksanaan serta kondisi cuaca sering hujan saat ini,” ujarnya.
Terkait temuan lapangan tersebut, Kepala Dinas PU Nova Erizon beserta beberapa stafnya akan menindaklanjuti temuan ini. Usai tinjauan lapangan ini akan dilakukan koordinasi dengan jajaran PPK, PPTK, pengawas lapangan serta rekanan.
Usai meninjau Proyek Pembangunan Los Pasar Sawahlunto yang dikerjakan CV Anak Buah Jao itu, Wakil Ketua DPRD Hasjhoni berharap kepada rekanan dan pengawas lapangan agar jangan mengabaikan kualitas pekerjaan.
“Bangunan los pasar ini sangat dibutuhkan masyarakat dan akan dipergunakan khalayak ramai. Kalau kualitas pekerjaan, terlebih mutu beton kalau tak sesuai nanti akibatnya sangat fatal karena ini fasilitas umum masyarakat,” harapnya. (tumpak)






