DPRD Padang Datangi Krematorium HBT

DPRD Padang Datangi Krematorium HBT

Mesin krematorium HBT. (baim)
Mesin krematorium HBT. (baim)

PADANG – Gerak cepat dilakukan anggota DPRD Kota Padang dengan mendatangi krematorium Himpunan Bersatu Teguh (HBT) di Jalan Pasar Borong III, Kelurahan Batang Arau, Kecamatan Padang Selatan, Sabtu (31/10) sore.

Kedatangan anggota dewan terkait demo dari puluhan jamaah Muhammadan yang mendatangi gedung DPRD Padang agar krematorium HBT ditutup.

Wakil ketua DPRD Padang Wahyu Iramana Putra selaku pimpinan rombongan bersama sejumlah anggota dewan yakni Zulhardi Zakaria Latif, Jumadi, Dinul Akbar, Oesman Ayub, Helmi Moesim, Masrul, Iswanto Kwara, dan Ilham Maulana angkat bicara.

“Kedatangan kami melihat krematorium HBT untuk mencairkan suasana, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Agar tidak berlarut dan memicu konflik antar suku, agama, ras dan antar golongan (SARA). Di samping itu untuk melihat proses kerja mesin pemanas jenazah,” jelasnya.

Wahyu mengatakan pertemuan juga sebagai bagian atas aspirasi yang disampaikan jamaah Muhammadan pada DPRD Padang. Secara prinsip ia menilai dari proses kerja mesin pengabuan itu sendiri, sudah bagus. Pembakaran tidak mengeluarkan sedikit pun polusi atau gangguan secara lingkungan. Walaupun demikian, ini perlu ketelitian kami,” ungkapnya.

 Meskipun demikian sebutnya, DPRD Padang akan mengomunikasikan hal ini ke Pemko Padang bagaimana bentuk-bentuk lain yang dapat dibicarakan. Sebab bagus menurut pandangan seseorang belum tentu bagus menurut pandangan orang lain.

Sementara , Sako Suryadi Halim dari  di HBT menjelaskan, krematorium ini merupakan ide bersama. Alasan didirikan di Pondok, sebab lokasi di kawasan Gunung Padang sudah sangat tidak memungkinkan. Kemudian untuk mengurai kemacetan saat prosesi mengantar jenazah.

“Jadi timbul inisiatif bagaimana membuat krematorium dengan moderen tanpa mengeluarkan asap, dan bau. Untuk mendirikannya kami telah mengurus segala bentuk izin, dan itu mendapat restu dari walikota,” ujar Suryadi, orang yang dipercaya Tuako HBT Andreas Sofiandi saat pertemuan itu. Suryadi menyakinkan krematorium telah ada izinya.

Tidak ada tujuan dari HBT sendiri mencari keonaran, atau membuat gaduh di Kota Padang. Bahkan untuk menyakinkan, pihaknya ingin mengajak masyarakat untuk melihat betul mesin tersebut. Kemudian rumah pembakar jenazah ini sendiri tidak hanya diperuntukkan untuk HBT saja, akan tetapi untuk semua etnis Tionghoa, seperti HTT dan Santo Yusuf. (baim)

Berita Terkait

Leave a Reply