
SAWAHLUNTO – Komisi II DPRD kota Sawahlunto meminta Pemerintah Kota Sawahlunto melalui Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) terkait untuk lebih pro aktif melakukan pendampingan terhadap Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
Anggota Komisi II DPRD Kota Sawahlunto Jhon Reflita mengingatkan, OPD terkait harus peka terhadap kondisi UMKM. Harus ada inovasi dalam melakukan pembinaan untuk mendukung UMKM agar dapat berkembang dengan baik.
“Jangan hanya terpaku pada rutinitas program yang monoton tanpa ada inovasi,” ungkap Jhon Reflita, Selasa (25/2/2020).
Dari tinjauan anggota DPRD ke lapangan, lanjutnya, masih banyak masyarakat pelaku UMKM yang membutuhkan perhatian. Dengan usaha yang potensial, pelaku UMKM masih kesulitan karena keterbatasan.
“Contohnya kelompok budidaya ikan nila Sisiak Wangi di Mudiak Air Kelurahan Kubang Sirakuk Utara, Lembah Segar. Saat ini tengah mengembangkan bioflog dan membutuhkan blower,” terangnya.
Itu merupakan salah satu contoh saja bahwa pelaku UMKM sangat membutuhkan pendampingan dan dukungan dari pemerintah. Contoh lainnya, kelompok usaha kuliner yang berkeinginan untuk menjadikan kawasan Silo Ombilin sebagai lokasi kuliner dan berjualan produk.
“Tapi terkendala karena kawasan itu selalu digenangi air. Seharusnya ada perhatian dan melakukan koordinasi lintas OPD agar tempat tersebut bisa dimanfaatkan untuk aktivitas perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Dia berharap, Pemko Sawahlunto melalui OPD terkait dapat memberikan perhatian lebih besar lagi terhadap UMKM. Baik melalui pembinaan, penyediaan lokasi yang representatif dan strategis untuk usaha maupun upaya lainnya seperti pemasaran dan sebagainya.
“Seluruh OPD harus bersinergi, koordinasi lintas sektoral agar masyarakat pelaku UMKM di Sawahlunto dapat berkembang sehingga mendongkrak perekonomian,” tutupnya. (tumpak)






