
PADANGPANJANG – Salah satu upaya dalam mengembangkan dan pembudayaan kegemaran membaca dan menulis di kalangan anak-anak, Pemerintah Kota (Pemko) Padangpanjang melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) kembali menggelar lomba bercerita tingkat SD/MI se-Kota Padangpanjang, Selasa (17/5).
Bunda Literasi Kota Padangpanjang, dr. Dian Puspita Fadly Amran, Sp.JP yang membuka kegiatan tersebut mengatakan, bahwa lomba bercerita yang digelar guna menumbuhkembangkan minat dan kegemaran membaca serta menulis.
“Kegiatan ini untuk menumbuhkembangkan minat dan kegemaran membaca serta menulis melalui berbagai bacaan dan media untuk menanamkan cinta kebudayaan bangsa, persatuan dan kesatuan,” kata Dian.
Dian juga memberikan apresiasi kepada DPK yang selalu concern terhadap bagaimana cara meningkatkan minat baca warga kota melalui beragam lomba.
“Kami dari Bunda Literasi Kota Padangpanjang bersyukur karena Pemko sangat concern terhadap sumberdaya manusia (SDM) kita. Dan, perkembangan generasi emas kita ke depan,” ucapnya.
Ia pun berharap, melalui lomba ini akan menumbuhkembangkan budaya gemar membaca melalui berbagai bacaan, media dan juga cerita-cerita budaya Indonesia. Ini akan menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap karya budaya bangsa melalui bacaan dan buku. Lomba ini juga akan mendukung anak-anak untuk mengembangkan pesan-pesan spirit melalui nilai-nilai norma dan moral yang terkandung dalam cerita sebagai salah satu kekayaan bangsa.
“Semoga lomba ini akan memiliki hasil yang bagus. Membuat anak-anak kita memiliki literasi yang tinggi, sehingga generasi emas ini akan menjadi generasi yang berkualitas. Selamat bertanding dan berikan yang terbaik,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Perpustakaan DPK, Dra. Hj. Tuti Abdul Rajab, M.M selaku ketua pelaksana menjelaskan, kegiatan tersebut diikuti sebanyak 80 peserta yang berasal dari SD negeri/swasta serta MI se-Kota Padangpanjang.
“Lomba ini berlangsung selama dua hari. Mereka berkompetisi dengan menampilkan cerita rakyat,” jelasnya.
Tuti berharap para peserta untuk bisa kreatif dalam bercerita, serta memperdalam pengetahuan mereka dengan memperbanyak membaca. Khususnya pengetahuan tentang sejarah. Sesuai tema cerita rakyat hasil membaca, mereka juga akan mengetahui tentang budaya di nusantara ini.
“Para pelajar juga bisa memanfaatkan koleksi di Perpustakaan yang menyediakan berbagai koleksi buku,” sampainya.
Dalam lomba ini, pihak DPK mendatangkan juri seperti, Dr. Afrizal atau yang akrab disapa Kak Babat, Pendongeng Niki Martoyo dan Joni Aldo. (de)






