
MENTAWAI – Memaknai kemerdekaan yang telah dinikmati selama 72 tahun selayaknya disyukuri. Tidak hanya karena telah dikaruniai kemerdekaan, tetapi juga karena bangsa ini dilahirkan sebagai petarung sekaligus bangsa pemenang.
Hal itu di sampaikan Dandim 0319 Mentawai, Letkol. Fajar Tri Yulianto dalam rangka acara doa bersama 171717 untuk Indonesia yang lebih kasih sayang di Mushola Jabal Nur Tuapeijat, Kamis (17/8).
“Melalui perjuangan anak bangsa yang percaya kepada kemampuan sendiri, dengan senjata apa adanya, seraya menggelorakan semangat gotong royong, sehingga memunculkan energi sosial yang mengobarkan semangat,” ucap Dandim.
Dikatakan, energi sosial bisa muncul karena mobilisasi kekuatan umat, santri, dan pemuda serta segenap komponen bangsa oleh para tokoh agama, ulama, kyai, habib, pendeta, pastor, pinandita, biksu dan tokoh nasionalis. Semua itu dilandasi semangat persatuan dan keinginan besar untuk merebut kemerdekaan. Merdeka atau mati sebgai senjata pamungkas untuk mendobrak belenggu penjajah.
“Hal ini menjadikan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat di tanah air Indonesia,” terangnya.
Ia mengajak generasi penerus penikmat kemerdekaan untuk bersama-sama memohon kepada Allah supaya menerangi dengan cahaya ilmu dan kearifan agar pandai merawat kemerdekaan. “Selain itu, dengan kehadiran kita bersama mari meneguhkan sikap sekaligus menggelorakan semangat bagi terwujudnya Indonesia, khususnya Bumi Sikerei, yang lebih kasih sayang,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Kepulauan Mentawai, Yudas Sabaggalet mengajak untuk menjaga keberagaman di Bumi Sikerei. Ikatan yang sangat baik terjalin, katanya, akan menjadi landasan kokoh dalam mewujudkan pembangunan di Kabupaten Kepulauan Mentawai. Bupati meminta kepada seluruh masyarakat agar mendoakan Mentawai jauh dari bencana. (ers)






