Distribusi KIP, KIS dan KKS di Mentawai Ditargetkan Tuntas Bulan Ini
  • Home
  • Berita
  • Distribusi KIP, KIS dan KKS di Mentawai Ditargetkan Tuntas Bulan Ini

Distribusi KIP, KIS dan KKS di Mentawai Ditargetkan Tuntas Bulan Ini

Mensos RI, Khofifah Indar Parawangsa saat berkunjung ke Mentawai beberapa waktu lalu bersama  Kepala Dinas Sosial Mentawai dan pejabat terkait lainnya. (ers)
Mensos RI, Khofifah Indar Parawangsa saat berkunjung ke Mentawai beberapa waktu lalu bersama Kepala Dinas Sosial Mentawai dan pejabat terkait lainnya. (ers)

MENTAWAI – Pendistribusian Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) di Kabupaten Kepulauan Mentawai diupayakan tuntas akhir bulan Juni 2016. Data yang sudah masuk ke Dinas Sosial Kabupaten Kepulauan Mentawai sebanyak 24 ribu dan masih ada data yang belum masuk dari kecamatan dan desa.

Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kepulauan Mentawai, Paulinus Sabelepangulu kepada padangmedia.com, Senin (20/6) mengatakan, sesuai permintaan dari Departemen Sosial, pendistribusian KIP, KIS dan KKS tersebut harus rampung tahun ini dan tak ada tunda-tunda lagi.

Paulinus mengaku, saat ini pihaknya masih melakukan verifikasi data. Kendalanya, pengumpulan desa dari desa dan kecamatan berlangsung lama. Padahal, pihak kecamatan dan desa sudah diminta untuk mengumpulkan data setiap kepala keluarga sejak tahun 2014 lalu. Karena terlalu lama, pihak Dinas akhirnya melakukan ‘jemput bola’ untuk mengumpulkan data hingga ke desa-desa.

“Kita lakukan jemput bola di kecamtan dan desa untuk pengumpulan data agar cepat disingkronkan dengan data yang sudah masuk sebelumnya, sehingga tidak ada nama yang dempet,” ujarnya.

Dalam satu Kepala Keluarga (KK), mereka akan mendapat tiga kartu, meliputi Kartu kesejahteraan Keluaraga (KKS), Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Keluarga Indonesia Pintar (KIP). Besaran bantuan yang akan diterima setiap keluarga ditentukan oleh Departemen Sosial, bukan oleh pihak Dinas sosial, karena pengirimannya lewat pos.

Paulinus berharap masyarakat yang didata memang mereka yang masuk kategori keluarga miskin. Dalam waktu enam bulan atau satu tahun kemudian, data akan diverifikasi kembali. (ers)

Berita Terkait

Leave a Reply