SAWAHLUNTO – Dalam memperingati hari jadinya yang ke 127, Pemerintah Kota Sawahlunto akan menyelenggarakan kegiatan Diskusi Buku dan Pameran Foto di Gedung Pusat Kebudayaan kota ini, Senin – Selasa (30 Nov – 1 Des ) nanti.
Acara yang mengangkat “Sawahlunto, Perjalanan ke Masa Lalu” ini akan dibuka secara resmi oleh Walikota Sawahlunto Ali Yusuf dan akan dihadiri oleh stakeholder terkait serta beberapa duta besar negara sahabat, para perantau Minang, komunitas fotografi, mahasiswa dalam dan luar negeri serta masyarakat luas lainnya.
Sebagai pembicara dalam acara diskusi buku ini adalah Yenny Narny, penulis buku, Subroto Kardjo, Redaktur Pelaksana Harian Republika, dan Zairi Waldani mewakili para fotografer.
Buku Sawahlunto Perjalanan ke Masa Lalu diterbitkan oleh Pemerintah Kota Sawahlunto melalui Kantor Peninggalan Bersejarah dan Permuseuman Kota Sawahlunto. Buku ini merupakan sebuah buku bacaan ringan
yang mengangkat dimensi masa lalu melalui situs-situs sejarah dan rekaman jejak budaya multi etnik yang berpadu dengan derap pembangunan ekonomi Kota Sawahlunto. Diterbitkan dalam bahasa Indonesia dan dialih bahasakan kedalam bahasa Inggris secara terpisah.
yang mengangkat dimensi masa lalu melalui situs-situs sejarah dan rekaman jejak budaya multi etnik yang berpadu dengan derap pembangunan ekonomi Kota Sawahlunto. Diterbitkan dalam bahasa Indonesia dan dialih bahasakan kedalam bahasa Inggris secara terpisah.
Di cetak dengan kertas art paper dan disain seni yang mudah dipahami. Rancangannyapun dibuat simple sehingga mudah untuk dibawa kemana pun oleh para traveler. Penulis Yenny Narny berkalaborasi dengan beberapa fotographer diantaranya yaitu Zairi Waldani, Maizal Chaniago, Teddy Winanda, Galuh B. Partama, Hendra Nasri, Prima Yudha, Taufik Tayung, Yenny Narny dan Sukri sehingga menghasilkan paduan essai dan seni photography yang artistik. “ Diskusi buku dilaksanakan pada jam 11.00-12.00, tepat setelah pembukaan acara secara resmi oleh walikota Sawahlunto. “Pameran foto dan Diskusi Buku adalah kegiatan yang terbuka untuk umum dan menjadi pengantar bagi pelaksanaan peluncuran buku pada tanggal 1 Desember 2015, tepat di hari jadi Kota Sawahlunto yang ke 127” sebut Yenny Narny Penulis buku kepada padangmedia.com di Museum Goedang Ransoem , Selasa (25/11) malam
Perempuan dosen di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas ini menyatakan buku ini satu dari sedikit buku travel di Indonesia yang dirancang dalam perpaduan seni fotografi yang artistik dengan persepektif seni dan teks-teks yang dinarasikan secara faktual dalam bahasa yang komunikatif. “ karena buku ini berisikan informasi historis dan informasi perjalanan yang diulas dengan ringan, serta jelas,sehingga bisa berfungsi sebagai pengantar bagi wisatawan untuk mengenal lebih baik dekat Kota Sawahlunto” sebut Yenny yang sedang menempuh study Master di Australia ini.
Dia menambahkan Kantor Peninggalan Bersejarah dan Permuseuman Kota Sawahlunto sebagai pelaksana diskusi dan pameran foto berharap kegiatan akan mendorong berbagai kelompok komunitas photography, mahasiswa dan masyarakat luas lainnya. ” untuk memanfaatkan sumberdaya historis dan budaya masyarakat Sawahlunto bagi pengembangan dan aplikasi pengetahuan dari berbagai aspek ilmu sehingga mampu berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan pariwisata di Kota Sawahlunto” pungkasnya. (tumpak)






