
PASAMAN – Pagi hari menjadi waktu super sibuk bagi semua pihak. Pada umumnya, orang tua mengantar anaknya pergi sekolah sehingga sekolah terutama yang berada di pinggir jalan menjadi sangat padat.
Untuk memininalisir hal-hal yang tidak ingin terjadi, seperti kecelakaan dan lainnya, Dinas Perhubungan Pasaman terus bergerak cepat untuk mengambil tindakan. Dishub biasanya menerjunkan anggotanya di beberapa titik sibuk di jalan kota.
Selain itu, Dishub sudah membangun zona sekolah atau zona keramaian. “Pastinya, dengan adanya zona ini, para pengendara akan lebih hati-hati dan waspada serta ekstra bersabar kala lewat di areal zona keramaian ini. Sedikitnya, kita bakal membangun empat zona di tahun anggaran 2018,” kata Kadishub Pasaman, Asril Amir, kepada padangmedia.com, Selasa (17/7).
Dijelaskan Asril, empat titik yang dibangun itu yakni di depan SD 16 Kampung Nan VI Aia Manggih, SD 28 Talago Tanjung Beringin, SMP 1 Panti, dan di depan Puskesmas Padang Gelugur.
“Untuk anggarannya berkisar sekitar Rp60 jutaan per item zona,” kata Asril.
Dijelaskan Asril, di setiap zona itu nantinya, sekitar 30 meter di areal zona bakal dibangun pita kejut hingga rambu-rambu lainnya. Gunanya, saat pengendara melintasi zona ini, laju kendaraan mereka bakal melambat.
“Ada pita kejut dan ada rambu-rambu lainnya, otomatis laju kendaraan pasti berkurang. Jika sudah begini, pada jam-jam super sibuk, ketakutan kita akan terjadinya kecelakaan lalu lintas dapat terhindarkan atau diminimalisir,” tegas Asril.
Tidak saja zona sibuk dan sekolah, pada tahun ini, Dishub Pasaman juga terus mengoptimalkan beberapa terminal yang ada di daerah itu. Salah satunya retribusi angkutan umum dalam kabupaten yang menjadi salah satu PAD bagi Pemerintah Pasaman.
“Banyak kegiatan yang kita lakukan tahun 2018 ini, salah satu lainnya ialah perawatan halte hingga rambu-rambu lalulintas yang ada di Pasaman,” ungkap Asril. (riki)






