AGAM – Pemkab Agam, melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), akan meningkatkan ivent yang melibatkan Kesenian tradisional. Hal itu disampaikan Kepala Disbudpar Agam, Hadi Suryadi, SH. melalui via ponselnya, Sabtu (19/12) malam.
“Tahun 2016, berbagai festival akan digelar. Seluruhnya bernuansa tradisional, seperti Festival Randai, Tambua Tansa, Tari Piriang, dan beberapa kesenian tradisi lainnya. Juga akan dimeriahkan dengan festival biduak,” ujarnya.
Festival Danau Maninjau 2015, diharapkan merupakan era kebangkitan Kesenian tradisional di Kabupaten Agam. ke depan juga diharapkan, kesenian anak nagari mampu menjadi tuan rumah di nagarinya sendiri. Untuk itu, Pemkab Agam melalui Disbudpar telah berupaya membangkitkan semangat para pelaku Kesenian tradisi. Tahap awal telah dilakukan pendataan sanggar tradisi yang aktif, untuk diusulkan menerima bantuan pembinaan.
Festival Kesenian Tradisional digalakan,karena para wisatawan manca negara dan nusantara lebih tertarik pada kesenian tersebut. Kalau kesenian modern, lebih baguslah di luas negeri,atau di kota-kota besar nusantara.
“Kita akan mencoba menyajikan yang spesifik, agar para wisatawan lebih tertarik berkunjung ke Agam,” ujar Hadi.
Namun ia belum menjelas secara pasti, kapan pelaksanaan festival dimaksud. Ia mengatakan,kini sedang mengajukan proposal ke Pusat. (fajar)






