
PARIAMAN – PT Pertamina Manager Operation Region (MOR) I melakukan Aksi “sapu bersih” di Pantai Gandoriah, Kota Pariaman, Minggu (4/2). Aksi itu dihadiri oleh Direktorat Jenderal Pelestarian Lingkungan Hidup Karliansyah sehingga Walikota Pariaman Muchlis Rahman pun ikut turun tangan.
Aksi tersebut merupakan rangkaian kegiatan Pertamina Peduli Lingkungan sebagai bentuk perhatian perusahaan plat merah tersebut kepada kebersihan dan pelestarian alam. Dirjen PLH Kementerian Lingkugan Hidup dan Kehutanan Karliansyah bersama sejumlah petinggi PT Pertamina MOR I dan Walikota Pariaman Muchlis Rahman menyisir Pantai Gandoriah memunguti sampah-sampah plastik.
Sejumlah pelajar pun ikut andil dalam kegiatan tersebut.
Karliansyah mengungkapkan, plastik merupakan sampah yang tidak mudah hancur dan paling banyak menimbulkan pencemaran baik di darat maupun di laut. Menurutnya, sekitar 12 persen sampah di Indonesia tidak terkelola.
“Sampah yang tidak terkelola ini berserak menyebar dan akhirnya hanyut ke laut sehingga menyebabkan pencemaran dan gangguan terhadap biota laut,” ungkapnya.
Selain bersih-bersih pantai, sebanyak delapan ribuan ekor tukik (anak Penyu, red) juga dilepaskan ke laut. Penyu merupakan biota laut yang dilindungi dan diharapkan bisa hidup dan meningkatkan populasi Penyu yang sudah berada di ambang kepunahan.
Tidak hanya itu, Pertamina juga memiliki program transplantasi terumbu karang. Program ini bertujuan untuk merehabilitasi terumbu karang yang rusak agar biota laut kembali mendapatkan “sarang” untuk hidup.
Sementara itu, area Tracking Mangrove yang merupakan bantuan PT Pertamina tahun 2017 juga ikut dikunjungi. Lokasi pelestarian tanaman mangrove (bakau) itu berada di belakang UPT Konservasi Penyu di Desa Apar Kota Pariaman.
Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit melakukan penanaman pohon mangrove bersama Dirjen PLH Kemen LHK Karliansyah, anggota DPR RI asal Sumatera Barat Refrizal, Senior Vice President HSSE Pertamina Lelin Eprianto dan Operation Head Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Bandara Internasional Minangkabau, Ridwan. Kawasan konservasi Mangrove ini direncanakan sekitar 10 hektare yang berfungsi sebagai kawasan konservasi, wisata dan edukasi. (feb)






