Dinkes Sumbar Tinjau Langsung Kondisi Pelayanan Kesehatan di Mentawai
  • Home
  • Berita
  • Dinkes Sumbar Tinjau Langsung Kondisi Pelayanan Kesehatan di Mentawai

Dinkes Sumbar Tinjau Langsung Kondisi Pelayanan Kesehatan di Mentawai

Pertemuan dengan petugas kesehatah di Pukesmas Sikakap Kepulauan Mentawai, Jum’at (18/5). (foto: humas)

MENTAWAI – Dinas Kesehatan Sumatera Barat akan melakukan peninjauan secara langsung kondisi pelayanan kesehatan di Kabupaten Kepulauan Mentawai. Dinkes akan mendata apa yang ada sekaligus menerima segala keluhan, air bersih, tenaga dokter, peralatan kesehatan dan obat-obatan serta pola pelayanan kesehatan yang efektif.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit saat pertemuan dengan petugas kesehatah di Pukesmas Sikakap Kepulauan Mentawai, Jum’at (18/5). Hadir dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Mentawai, Kortanius, Kadis Kesehatan, Kadis Perikanan, Kadis Pariwisata, Kapolsek, Bappeda, Kadis Kesehatan Mentawai dan Kepala dan beberapa tenaga medis Pukesmas Sikakap.

Dikatakan Wagub, sektor pembangunan kesehatan merupakan salah satu dari 27 indikator yang mempengaruhi Mentawai masuk kategori tertinggal atau sebaliknya lepas dari kategori daerah tertinggal. Ada 8 indikator yang menjadi bagian dari pembangunan kesehatan masyarakat.

Pada kesempatan itu, masyarakat maupun tenaga kesehatan diminta menyampaikan langsung kondisi yang kurang maupun apa-apa yang telah diprogram dalam peningkatan pembangunan kesehatan di daerah itu.

“Kasihan masyarakat sudah terlalu lama menunggu pelayanan kesehatan dapat mensejahterakan mereka. Mentawai merupakan daerah 3T, Tertinggal, Terluar, dan Terpencil, satu dari tiga kategori daerah tertinggal di Sumatera Barat. Mana yang baik akan kita bahas nanti di provinsi serta dicarikan solusinya agar pembangunan kesehatan di Kepulauan Mentawai mengalami percepatan,” ujar Wagub.

Wagub Nasrul Abit juga menyampaikan, rapat dengan statistik angka kemiskian Mentawai, dari 15 persen, saat ini sudah turun satu digit. Begitu juga angka pengangguran di Mentawai hanya 6 % dalam kajian statistik. Itu suatu angka yang kotradiksi dengan kondisi masyarakat Mentawai yang termasuk daerah miskin tertinggi secara nasional.

“Pemerintah daerah memang seharusnya melakukan upaya bagaimana masyarakat mau berkerja dengan baik dan produktif. Mengarahkan masyarakat bekerja yang mampu mensejahterakan mereka merupakan hal yang terbaik dalam mengembangkan potensi daerah,” kata Wagub.

Ia mencontohkan, saat ini hasil tanam pisang Mentawai amat bagus dan bisa dijadikan produk khas yang menjadi brend image daerah selain talas. Hasil pisang-pisang bagus masyarakat tidak dapat dibawa keluar Mentawai karena biaya transportasi yang besar. Sementara di luar sana, kebutuhan pisang cukup besar.

“Untuk itu, mungkin ada baiknya Pemerintah Kabupaten Mentawai memulai membangun industri pengolahan pisang, sehingga dapat membantu masyarakat petani pisang Mentawai agar dapat lebih sejahtera,” katanya. (rin/*)

Berita Terkait

Leave a Reply