Dinas Pertanian Agam Kembangkan Tanaman Pala
  • Home
  • Agam
  • Dinas Pertanian Agam Kembangkan Tanaman Pala

Dinas Pertanian Agam Kembangkan Tanaman Pala

Tanaman Pala. (foto: net)

AGAM – Pemerintah Kabupaten Agam melalui Dinas Pertanian mengembangkan 24 ribu bibit tanaman pala di atas lahan seluas 200 hektare, atau satu hektare sebanyak 120 batang pala. Pengembangan dilakukan di 28 kelompok tani (keltan) yang tersebar di daerah itu.

“Pala dikembangkan di Kecamatan Tanjung Raya, Palembayan, Palupuah, dan Kamang Magek. Dari jumlah yang akan dikembangkan, 50 persen di antaranya dikembangkan di Kecamatan Tanjung Raya, seiring dengan program Save Maninjau,” kata Kabid Perkebunan Dinas Pertanian Agam, Gusma Zendra.

Di samping bantuan bibit pala, kelompok tani juga dibantu pupuk organik, cangkul, dan uang perangsang Rp50.500.000, atau satu hektare sebesar Rp252.500.

Gusma Zendra mengatakan, kelompok tani yang akan menerima bibit pala sudah berpengalaman di komoditi tersebut. Tetapi, dalam berkebun tentu banyak tantangannya. Salah satunya mengenai perawatan.

“Kita menginginkan ini betul-betul menjadi kebun pala, tidak dicampur dengan komoditas lainnya, sehingga komoditi yang dikembangkan menjadi jelas,” ujarnya, Rabu (28/3).

Lebih lanjut, Gusma Zendra menyebutkan, saat ini kebun pala yang ada seluas 664 hektare. Pihaknya terus mendorong masyarakat mengembangkan komoditi pala, karena dinilai mampu mendorong peningkatan perekonomian masyarakat.

“Harga pala saat ini sudah mencapai Rp60 ribu per kilogram. Harga ini berkemungkinan bisa meningkat, karena belum lama ini harganya sudah mencapai Rp80 ribu per kilogram,” ujarnya pula.

Disebutkannya, bibit dibagikan apabila kelompok tani sudah menyediakan lahan. Di samping itu, pihaknya sudah menyosialisasikan kepada kelompok tani bagaimana melakukan penanaman dan perawatan, agar tanaman yang ditanam bisa tumbuh dengan baik.

“Pala berbuah empat tahun setelah ditanam, tetapi tergantung bagaimana kita merawatnya. Kalau perawatannya kurang baik, bisa saja lebih lima tahun baru berbuah,” ujarnya pula.

Di samping pengembangan pala, Dinas Pertanian juga melanjutkan kegiatan kedua Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2017, yaitu pengembangan kepala sawit 5 ribu batang, pala 3 ribu batang, kelapa 3 ribu batang, kakao 5 ribu batang, pinang 5 ribu batang, kopi arabika 5 ribu batang.

“Ini disalurkan kepada masyarakat yang tidak tergolong dalam kelompok tani. Penyalurannya sudah berjalan 50 persen,” ujarnya mengakhiri. (fajar)

Berita Terkait

Leave a Reply