Dikukuhkan Jadi Bunda PAUD Sumbar, Harneli Prihatin Honor Guru Masih Minim
  • Home
  • Berita
  • Dikukuhkan Jadi Bunda PAUD Sumbar, Harneli Prihatin Honor Guru Masih Minim

Dikukuhkan Jadi Bunda PAUD Sumbar, Harneli Prihatin Honor Guru Masih Minim

Image

PADANG- Isteri Gubernur Sumatera Barat Harneli Bahar dikukuhkan sebagai Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Senin (23/8/2021).

Menyampaikan sambutan pertamanya sebagai Bunda PAUD setelah dikukuhkan oleh Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi, Harneli mengungkapkan keprihatinan terhadap kecilnya honor Guru PAUD.

“Saya prihatin kesejahteraan guru PAUD masih belum mendapat perhatian optimal sementara tugas dan tanggung jawab profesinya sangat berat. Bahkan ada guru yang hanya mendapatkan honor Rp50 ribu sampai Rp100 ribu per bulan,” ungkap Harneli merangkum rilis di website resmi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Selasa (24/8/2021).

Ia mengungkapkan, guru PAUD memiliki tugas dan tanggung jawab yang besar dalam mempersiapkan anak-anak usia prasekolah memulai menata masa depan. Guru-guru PAUD mememiliki tanggung jawab besar menyiapkan anak-anak berkualitas dan berkarakter serta sekaligus mencapai tujuan pendidikan usia dini yang berkualitas.

“Namun di sisi lain, tunjangan atau honor yang diperoleh tidak memadai. Kesejahteraan guru PAUD belum mendapat perhatian optimal,” paparnya.

Untuk itu, ia berharap seluruh kepala daerah kabupaten dan kota di Sumatera Barat meningkatkan kepedulian dan perhatian kepada guru PAUD terutama dari sisi (alokasi) anggaran daerah masing-masing.

“Kepada bupati dan wali kota, berikanlah anggaran untuk PAUD untuk meningkatkan kesejahteraan guru sehingga pelaksanaan tugasnya semakin maksimal dalam mewujudkan peningkatan kualitas pendidikan,” harapnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengungkapkan bahwa masih banyak anak-anak di bawah lima tahun yang belum mendapatkan akses pendidikan usia dini. Hal itu harus menjadi perhatian bagi seluruh pemerintah kabupaten dan kota.

“Hal ini harus menjadi perhatian, karena masih banyak anak-anak balita yang belum mendapatkan akses PAUD. Masih banyak anak-anak yang kurang mendapat perlindungan, kasih sayang, pendidikan dan bermacam persoalan lainnya yang harus mendapatkan perhatian agar anak-anak mendapatkan hak kehidupan yang layak,” ulasnya.

Terkait kelembagaan PAUD, Harneli mengingatkan agar seluruh pengelola untuk terus melakukan pengembangan dan peningkatan menuju layanan PAUD yang berkualitas. Meningkatkan kualitas pembelajaran serta meningkatkan sarana prasarana belajar.

Dia menambahkan, anak-anak balita berada pada usia emas yang akan menentukan kehidupan mereka di masa mendatang. Apa bila mendapatkan pendidikan yang berkualitas maka meraka akan tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, begitu juga sebaliknya.

“Anak-anak balita berada pada usia emas. Kalau dari kecil sudah dibentuk dengan pondasi yang kokoh, maka mereka akan tumbuh menjadi manusia yang berkualitas dan berkarakter,” tutupnya. (Febry/*)

Berita Terkait

Leave a Reply