
SIJUNJUNG – Insiden tabrakan beruntun yang melibatkan tujuh pebalap mewarnai etape I Sport Tourism Tour De Singkarak 2018. Tabrakan beruntun terjadi antar sesama pebalap beberapa menit menjelang garis finish.
Insiden kecelakaan itu sempat diabadaikan oleh warga yang menonton ketangkasan dari masing-masing pebalap dari pinggir lintasan dalam bentuk video berdurasi 1.25 menit. Diduga, kecelakaan terjadi karena jalan yang bergelombang. Sehari sebelumnya, ruas jalan tersebut mengalami kerusakan berupa amblas di beberapa bagian, yang disebabkan oleh curah hujan yang cukup tinggi. Pihak Dinas PUPR Kabupaten Sijunjung telah melakukan perbaikan dengan menutup ruas jalan itu dengan aspal pada paginya, beberapa jam sebelum pebalap melewati jalan tersebut.
Race Director TDS 2018 Jamaludin menyebutkan, kemungkinan besar insiden itu disebabkan oleh lintasan yang bergelombang. “Kalau dilihat video itu, penyambung antara aspal baru dan lama tidak rata. Tapi sudah ada peringatan dari Marshall dengan pluit dan bendera. Tapi dari pebalap tidak ada yang protes karena itu merupakan race insiden,” kata Jamaludin.
Tujuh pebalap yang telibat insiden itu, dua di antaranya dibawa ke RSUD Sinjunjung untuk mendapatkan perawatan intensif. Bahkan satu pebalap dari Omidnia Mashhad Iran masih berada di Rumah Sakit karena harus menjalani rontgen pada bagian tangan.
Agar kejadian serupa tidak terulang lagi, ia menegaskan pihaknya akan kembali melakukan pemeriksaan, dan melihat perkembangan terbaru. Apalagi intensitas hujan masih cukup tinggi.
Sementara itu, pemenang pada etape I dengan panjang lintasan 140.5 kilometer rute Kota Bukittinggi – Kabupaten Sijunjung, diraih oleh pebalap asal Indonesia Nuvardianto Jamalidin dari PGN Road Cycling Team di posisi pertama. Sementara itu, pada posisi kedua diraih oleh pebalap asal Malaysia Mohammad Izzat dari Team Sapura Cycling dan posisi ketiga diraih oleh Sanghong Park dari LX Cycling Team asal Korea. (rin/*)






