
AGAM – Berdasarkan hasil studi yang dikeluarkan UNESCO 2015, minat baca Indonesia sebesar 0,001 persen. Pada tahun 2016 masih berada di urutan 60, di atas satu tingkat dari negara kecil di Afrika Selatan, Botswana. Padahal, buku merupakan jendela dunia. Untuk membuka jendela, salah satu langkah tentu dengan membaca banyak literasi.
Maka, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga, Ditjen PAUD dan Dikmas menyelenggarakan program Gerakan Nasional Orang Tua Membacakan Buku atau disingkat Gernas Baku, yang bekerjasama dengan seluruh daerah se-Indonesia.
Menyikapi hal tersebut, belum lama ini Pemerintah Kabupaten Agam juga sudah me-launching Gerakan Literasi Sekolah dengan tujuan untuk meningkatkan minat baca masyarakat yang sejalan dengan Gerakan Nasional Orang Tua Membaca Buku.
Mengingat pencanangan Gerakan Nasional Orang Tua Membaca Buku (Gernas Baku) yang dilaksanakan serentak Sabtu, 5 Mei 2018 di seluruh Indonesia, Pemkab Agam juga mengkolaborasikan dengan Gerakan Gemar Menulis (Germalis) bagi guru dan siswa.
Bupati Agam Indra Catri Dt. Malako Nan Putiah, saat mencanangkan Gernas Baku dan Germalis di GOR Rang Agam Lubuk Basung, Sabtu (5/5) mengatakan gerakan itu salah satu solusi bersama untuk meningkatkan minat baca anak, sekolah dan masyarakat dalam menciptakan kondisi yang menyenangkan dan mendukung kebiasaan membaca. Terkait dicanangkannya Germalis, kegiatan membaca juga berbanding lurus dengan kemampuan menulis. Pasalnya, semakin banyak membaca, maka semakin luas wawasan dan pengetahuan, sehingga memiliki cukup referensi dan tak kehabisan ide untuk menulis.
Selain membaca, menulis merupakan hal yang amat penting karena akan membantu tenaga pendidik dan siswa dalam berkarir.
“Di era Millenium ini, bila guru dan siswa tidak bisa menulis, maka akan tertinggal dari yang lain karena tingkat persaingan begitu tinggi dalam dunia pendidikan,” jelas bupati di hadapan ratusan siswa dan guru.

Menurutnya, kegiatan menulis bagi guru merupakan media untuk meningkatkan kualitas mengajar, dan hasil tulisan itu bisa menjadi bahan ajaran.
“Saya minta kepada guru mari kembangkan gerakan Gernas Baku dan Germalis ini agar bisa bersaing dimasa depan, karena membaca dan menulis merupakan kebutuhan yang tidak lepas dari dunia pendidikan. Jangan layu sebelum berkembang,” harapnya.(fajar)






