
PADANG – Ketua Dewan Harian Daerah (DHD) Angkatan ’45 Sumbar, Zalwadi Dt.Bagindo Kali berharap pemerintah daerah bisa memberikan perhatian khusus kepada para pelaku sejarah di Sumatera Barat. Karena, saat ini pelaku sejarah yang masih hidup itu hanya tinggal sekitar 50 orang saja. Itupun usianya sudah di atas 85 tahun.
Selain itu, ia minta pemerintah untuk memperhatikan keberlangsungan Gedung Joeang 45 sebagai Cagar Budaya yang wajib dilestarikan. Kondisi yang terlihat saat ini, karena biaya perawatan tidak ada, banyak dokumen dan arsip sejarah yang rusak karena gedung tidak layak untuk penyimpanan.
Padahal, katanya, banyak sekali bukti – bukti sejarah berupa arsip dan dokumen yang disimpan di Gedung Joeang 45 di Jalan Samudera. Namun, saat ini mungkin ada sebagian yang rusak atau hancur. Hal itu dikarenakan pasca gempa 30 September 2009 lalu, banyak bagian Gedung yang rusak. Atap yang bocor, sehingga ketika turun hujan, dokumen dan arsip yang ada pada basah dan rusak.
“Kita sangat menyanyangkan sekali jika dokumen atau arsip sejarah yang sangat berharga itu musnah, hilang atau hancur akibat tidak tersimpan atau tidak terawat di tempat layak. Maka, ini adalah kerugian terbesar bagi Sumatera Barat. Karena, bukti perjuangan sejarah di Sumatera Barat melalui pelaku sejarah yang ada, melalui tulisan mereka, atau arsip maupun dokumen penting sejarah itu langsung oleh para tokoh sejarah dari Sumatera Barat,” ujar Zalwadi di sela Musyawarah Daerah (Musda) VI Dewan Harian Daerah (DHD) ’45 Provinsi Sumatera Barat tahun 2018 di Gedung BMPD Sumbar, Jalan Pramuka No.13 Padang, Kamis (1/3).
Ia mencontohkan, dunia internasional mengakui, ada empat orang sebagai Bapak Republik, yakni Soekarno, Hatta, Syahrir dan Tan Malaka. Dari empat tokoh itu, tiga orang adalah orang Minang, Sumatera Barat. Begitu juga Khatib Sulaiman yang punya banyak tulisannya. “Itu patut dilestarikan,” kata Zalwadi didampingi Ki Jal Atri Tanjung, Ketua III DHD 45 Sumbar.
Kemudian, program yang paling penting dari DHD 45 Sumbar adalah membina generasi muda supaya ada jiwa nasionalismenya serta membangun karakter anak bangsa dengan membudayakan sejarah, khususnya sejarah lokal daerah mereka. Salah satunya dengan cara melakukan sosialisasi sosialisasi ke sekolah-sekolah.
“Harapan kita dengan apa yang telah disampaikan melalui Musda ini dapat menjadi pemikiran kita bersama tentang keberlangsungan pelestarian sejarah perjuangan yang ada, baik itu dokumen, arsip, pembentukan karakter generasi muda serta organisasi DHD 45 Sumbar ke depannya,” pungkasnya.
Zalwadi juga menyampaikan, pengurus DHD 45 mendapat angin segar dari Danrem 032 Wira Braja terkait pengelolaan Gedung Joeang 45 yang menjadi simbol abadi perjuangan pelestarian perjuangan sejarah di Sumbar. Selain itu, Gubernur Sumbar beserta jajarannya saat ini sedang menyelamatkan arsip perpustakaan dan dokumen – dokumen melalui Dinas Arsip dan Perpustakaan. (baim)






