
PADANGMEDIA. COM – Di saat daerah lain berbenah dan menambah destinasi guna menggaet peningkatan kunjungan wisata, namun Kota Sawahlunto terbilang monoton kondisi destinasi wisatanya. Selain itu, kondisi beberapa ruas jalan yang masih rusak diduga akan menjadi momok untuk berkunjung ke kota itu.
Monotonnya destinasi wisata di kota yang memiliki visi misi kota wisata tambang yang berbudaya itu, karena masih mengandalkan Taman Satwa Kandi, Waterboom Muarakalaban, Puncak Cemara serta beberapa objek lain yang masih belum mumpuni untuk dikunjungi. Pasalnya, pengunjung akan dihadapkan pada kondisi ruas jalan yang rusak meski ada upaya tambal sulam di beberapa titik jalan.
Terkait peningkatan bidang kepariwisataan, Walikota Sawahlunto Deri Asta menyatakan akan berupaya melakukan pembenahan destinasi wisata. Pemko bahkan berupaya melakukan pengembangan Geopark Sawahlunto serta pembenahan PT.Wahana Wisata Sawahlunto selaku pengelola beberapa destinasi wisata meski kondisinya belum baik.
“Meski mengalami tekor sekitar Rp1,8 miliar, Pemerintah Kota Sawahlunto optimis PT Wahana Wisata Sawahlunto (PT.WWS) yang mengelola objek wisata Taman Satwa Kandi bisa bangkit,” ungkap Deri Asta terkait pencapaian Bidang pariwisata pada Program Strategis Pemko Sawahlunto Sesuai Visi Misi Kepala Daerah Periode 2018-2023, Kamis (30/5/2019) lalu.
Kondisi ruas jalan sangat buruk di kota itu masih dikeluhkan Supriadi (46), warga Sawahlunto. Dia membenarkan ruas jalan di Sungai Durian, Pasar Baru dekat Saung Idang Café dan Karang Ayar yang rusak sudah diperbaiki dengan timbunan kerikil dan pasir.
“Kalau hanya ditambal kerikil dan pasir, tentu kalau siang berabu dan kalau hujan jalannya lincin berlumpur,” ungkap Supriadi, Jum’at (31/5/2019).
Peningkatan pada ruas jalan utama di Kota Sawahlunto merupakan wewenang pemerintah propinsi dan
nasional. Terkait perbaikan ruas jalan seperti ruas Karang Anyar – Santur dan lainnya di kota itu, Kabid Bina Marga PUPR Kota Sawahlunto Maizir tak dapat berkomentar banyak karena dinas telah melaporkan kondisi tersebut.
“Bukan hanya kondisi jalan Karang Anyar – Santur saja yang telah dilaporkan, namun beberapa titik ruas jalan propinsi dan nasional yang kondisi sangat buruk telah disampaikan ke PUPR Sumbar. Namun, hanya sebagian kecil dilakukan perbaikan sementara,” jelasnya. (tumpak)






