Desa Goiso'oinan Mentawai Jadi Desa Binaan IDI Sumbar
  • Home
  • Berita
  • Desa Goiso’oinan Mentawai Jadi Desa Binaan IDI Sumbar

Desa Goiso’oinan Mentawai Jadi Desa Binaan IDI Sumbar

Wagub Sumbar Nasrul Abit dan dari pengurus IDI Sumbar saat pencanangan desa binaan IDI di Kab.Kepulauan Mentawai. (ers)
Wagub Sumbar Nasrul Abit dan dari pengurus IDI Sumbar saat pencanangan desa binaan IDI di Kab.Kepulauan Mentawai. (ers)

MENTAWAI – Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit meresmikan pencanangan program desa binaan dalam rangka kegiatan Hari Bhakti Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang dipusatkan di Desa Goiso’oinan Kecamatan Sipora Utara Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sabtu (20/5). Wagub menyatakan mengapresiasi program desa binaan IDI wilayah Sumbar tersebut karena itu adalah upaya untuk membangun desa-desa yang berada di pelosok Mentawai.

Dikatakan, Pemprov Sumatera Barat siap mendukung program-program pembangunan di daerah, terutama daerah yang tertinggal. Pemprov juga telah menyusun rencana pembangunan Mentawai akan diserahkan kepada kepala daerah terpilih.

Setelah Pj. Bupati selesai jabatannya, Kepala Dinas Kesehatan diminta tidak berhenti dan tetap melanjutkannya. Karena, indikator untuk keluar dari status kabupaten tertinggal di antaranya adalah derajat kesehatan, pendidikan dan ekonomi yang baik dan terukur oleh statistik. Wagub juga meminta semua pihak mendukung sektor kesehatan di Bumi Sikerei, mulai dari Dinas Kesehatan, rumah sakit, dokter umum, dokter spesialis dan lainnya.

Sementara, Pj. Bupati Mentawai, Syafrizal Ucok mengatakan, dengan hari bhakti Dokter Indonesia yang ditempatkan di Kabupaten Kepulauan Mentawai merupakan salah anugerah bagi masyarakat Mentawai, khsusnya di Desa Goiso’oinan. Sebagai desa binaan, tentu diharapkan derajat kesehatan masyarakat tidak seperti sebelumnya. Diharapkan kasus-kasus penyakit yang banyak ditemukan selama ini menjadi jauh berkurang.

Sekjen PB IDI Pusat, Dr. Adib Khumaidi. S.pog menyatakan, pencanangan desa binaan IDI Indonesia di Kabupaten Kepulauan Mentawai menjadi sebuah kekuatan bagi bangsa dan masyarakat, khususnya di Mentawai yang memiliki daya juang tinggi untuk meningkatkan sektor kesehatan. Program desa binaan IDI Indonesia, katanya, adalah sebagai bukti bhakti dokter sebagai tenaga profesi.

“Selama satu tahun ke depan kami akan terus melakukan pembinaan bagi desa di Mentawai yang punya potensi luar biasa, hanya perlu sentuhan,” ucapnya

Pada dasarnya, dokter sebagai kelompok intelektual dalam menjalankan profesinya langsung berhadapan dengan masyarakat yang dibekali dengan aturan dalam segala tindakannya. Apa yang dilakukan di Bumi Sikerei diharapkan menjadi momen untuk perbaikan profesi kedokteran serta perbaikan kesehatan masyarakat seluruh Indonesia, khususnya di Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Ketua IDI Wilayah Sumbar Dokter. Pom Harry Satria menambahkan, kegiatan untuk tahun 2017, Provinsi Sumatera Barat diamanahkan menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan hari bhakti IDI ke 109. Sasaran kegiatan dilaksanakan di tiga kota/kabupaten, salah satunya di Kabupaten Kepulauan Mentawai.

“Komitmen kita adalah sinergitas dalam membangun kesehatan di Sumatera Barat dan pengabdian masyarakat terpencil,” ujarnya.

Menurut Ketua Pelaksana Hari Bhakti IDI Wilayah Sumatera Barat, Rizki Rahmatdian, kegiatan hari bhakti IDI telah dilaksanakan di seluruh Indonesia, namun puncak kegiatannya dilakukan di Sumatera Barat. Kegiatan yang dilakukan antara lain, loka karya tanggap bencana dan desa binaan.

Ikatan Dokter Indonesia Wilayah Sumatera Barat berkeinginan menghasilkan suatu modul Desa Binaan yang dikaryakan di Sumatera Barat dan nantinya akan diterapkan secara nasional. Selain itu, akan diadakan simposium ilmiah untuk siswa sekolah menengah, workshop Jaminan Kesehatan Nasional, Leadeship Training bagi dokter umum dan kegiatan penanganan gawat darurat mini. (ers)

Berita Terkait

Leave a Reply