PAINAN- Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni mengajak seluruh calon wali nigari berikut para pendukungnya untuk menjadikan nilai-nilai kekeluargaan sebagai dasar berkompetisi. Proses pemilihan merupakan jalan untuk mendapatkan satu pemimpin di antara yang terbaik, bukan ajang saling menjatuhkan.
Hal itu ditegaskan Hendrajoni saat deklarasi Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) Badunsanak di Gedung Painan Convention Center (PCC), Senin (8/12/2025). Dia menegaskan, kegiatan Deklarasi Damai Pilwana Badunsanak tersebut sebagai upaya menciptakan situasi kondusif menjelang pelaksanaan wali nagari.
“Pemilihan wali nagari bukan ajang untuk saling menjatuhkan. Kita ingin pemilihan ini berjalan aman, demokratis, dan tetap dalam semangat badunsanak,” ujar Hendrajoni.
Dia mengatakan, pilwana bukan sekadar kontestasi untuk meraih jabatan, melainkan momen untuk menjaga martabat nagari. Dia mengumpamakan nagari sebagai rumah gadang dan mengingatkan agar jangan sampai roboh karena pilwana.
“Mari sukseskan pilwana sebagai pesta demokrasi yang dewasa. Siapa pun yang menang, dialah yang ditakdirkan memimpin nagari selama delapan tahun ke depan,” ujar Hendrajoni.
Ia mengajak seluruh masyarakat di nagari yang melangsungkan pemilihan untuk menggunakan hak pilihnya pada hari pemungutan suara secara bertanggung jawab. Partisipasi masyarakat dalam pemilihan sangat menentukan masa depan nagari.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala DPMDP2KB Pesisir Selatan, Denny Anggara, menyampaikan, seluruh tahapan pilwana mengacu kepada UU Desa, regulasi pelaksanaan pemerintaan desa, serta aturan dan surat edaran Menteri Dalam Negeri, termasuk terkait masa jabatan wali nagari yang kini menjadi delapan tahun.
Menurut Deny, total sebanyak 221 orang mendaftar sebagai bakal calon di 58 nagari yang melaksanakan pemilihan. Namun, ada satu bakal calon yang meninggal dunia yaitu di Kecamatan Lunang Silaut sehingga tersisa 220 orang calon wali nagari. Sementara total nagari di Kabupaten Pesisir Selatan adalah 182 nigari pada 15 kecamatan. MIL







