MENTAWAI – Dalam debat publik Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Kepulauan Mentawai berjalan cukup alot saat penyampaian paparan yang dimoderatori Charles Simabura akademisi dari Fakultas Hukum Universitas Andalas Padang di Aula Hotel Graha Viona Tuapeijat, Kecamatan Sipora Utara, Senin (16/1).
Pasangan Yudas-Korta dalam meyampaikan visi dan misinya menjadikan Mentawai yang mandiri maju dan makmur. Menjadikan pariwisata salah satu surga dunia di Sumatera Barat. Mewujudkan sumber daya manusia yang sehat cerdas dan produktif dengan didukung tata kelola pemerintah dengan pendekatan kepulauan.
Sementara pasangan calon Rijel-Binsar dalam visi man Misinya meningkatkan fasilitas yang minim di daerah bagian pelosok yang selama ini di kelola secara mandiri, posisi ini sangat mengancam masyarakat yang saat ini belum terjawab. Membuka lapangan pekerjaaan bagi pengangguran, memberikan pendidikan, komunikasi, kesehatan tanpa ada dikriminasi untuk meningkatakan sumber daya manusia.
Terkait tema debat publik yang disusung politik, hukum pemerintahan dan pelayanan publik itu menurut pasangan Yudas-Korta persoalan pemerintah dalam pengawasan belum maksimal dilakukan inspektorat, pemberdayaan Sat Pol PP dalam pengawasan hanya dipusatkan di kabupaten saja. Masih banyaknya tenaga kontrak yang belum diperjuangan untuk diangkat menjadi pengawai negri. Diharapkan untuk ke depan bisa menjadi PNS yang berada di seluruh Mentawai, kalau masih dipercaya masyarakat untuk melanjutkan.
Pasangan Rijel-Binsar mengatakan memaksimalkan pengangkatan tenaga kontrak di empat pulau kabupaten, termasuk meningkatkan tunjangan pegawai negeri secara horizontal yang berada di daerah pelosok selama ini belum efektif, perlunya pengawasan terhadap pegawai agar dapat bekerja dengan hati, hal ini menjadi pr untuk kedepan dalam membenahinya. (ers)







