AGAM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Agam meminta masyarakat mewaspadai penyebaran virus rabies dengan cara berperan aktif dalam penanggulangan penyakit tersebut. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, Indra Rusli, menyatakan, dalam sepekan terakhir, sudah empat orang warga yang digigit anjing. Setelah diperiksa ke labor hewan, ternyata gigitan tersebut positif rabies.
Menurut Indra Rusli kepada padangmedia.com, di Lubuk Basung, Selasa (27/12), berbagai upaya terus dilakukan Pemkab Agam dalam memerangi penyakit rabies. Namun, hingga saat ini penyebaran penyakit yang ditularkan melalui anjing itu belum dapat dituntaskan.
Dikatakan, empat korban gigitan anjing tersebut sudah diberikan pengobatan sesuai protap. Pasien diberikan Vaksin Anti Rabies (VAR) dan untuk kasus gigitan di daerah kepala atau lukanya luas harus diberi Serum Anti Rabies (SAR).
“Kami sudah memberikan pertolongan terhadap para korban dengan memberikan VAR dan SAR. Khusus untuk pemberian SAR, pasien dibawa ke Singapura karena stok SAR tidak tersedia di Kabupaten Agam, Sumbar bahkan di Indonesia,” katanya lagi.
Ia menambahkan, para korban tersebut sudah dibawa ke Singapura untuk mendapatkan SAR. “Untuk pembiayaannya dibantu oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZ) Kabupaten Agam,” ujarnya.
Bertolak dari fakta tersebut, dia kembali menggugah kesadaran masyarakat untuk merawat hewan peliharaan mereka dengan baik.
“Selain wajib dikandangkan dan dijaga kebersihannya, anjing juga harus mendapat vaksin secara rutin serta berkelanjutan. Karena kekuatan vaksin hanya berlaku setahun,” ujarnya lagi. (fajar)







