
JAWA BARAT – Isu mengenai Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) semakin sering santer terdengar. Menanggapi hal tersebut, Jokowi membantah bahwa dirinya bukanlah anggota PKI bahkan presiden menceritakan pengalamannya yang pernah diinterogasi oleh empat mata terkait hal itu.
Jokowi mengaku saat berkunjung ke sebuah pondok pesantren dirinya pernah diinterogasi empat mata oleh kyai pengasuh pondok tersebut terkait isu dirinya sebagai anggota Partai Komunis Indonesia (PKI).
“Beliau meminta klarifikasi, tabayun untuk yang berkaitan dengan tuduhan PKI itu, karena memang yang namanya politik itu kadang-kadang jahatnya seperti itu,” kata Presiden Jokowi yang dikutib dari laman Setkab.go.id, Kamis (24/5).
Presiden menjelaskan, saat PKI dibubarkan di tahun 1965 dirinya masih berusia 3-4 tahun. Jadi, tidak mungkin dirinya menjadi anggota PKI.
“Masa ada PKI balita? Logikanya enggak masuk tapi ada yang mempercayai,” ungkap Presiden.
Ketika dirinya membantah, menurut Presiden Jokowi, maka tuduhan PKI dialamatkan ke orang tuanya.
Padahal, lanjut Presiden, sangat mudah sekali untuk mencari tahu silsilah keluarganya. Terlebih, di Solo banyak sekali cabang ormas-ormas Islam seperti NU, Muhammadiyah, Parmusi, dan lain-lain yang bisa dengan cepat dan mudah mencari tahu silsilah keluarganya.
“Tanya saja ke masjid dekat rumah orang tua saya, di dekat rumah saya, gampang sekali. Siapa kakek-nenek saya, siapa ibu-bapak saya gampang sekali mengecek, enggak ada yang bisa ditutupi sekarang ini,” tegas Presiden Jokowi.
Presiden mengaku akan menjawab supaya isu-isu itu tidak berkembang terus. Ia juga mengingatkan, jangan sampai mudah curiga dan berprasangka tidak baik ada di antara bangsa Indonesia.
“Kenapa yang tidak kita kembangkan yang khusnul tafahum, yang penuh dengan rasa kecintaan terhadap saudara-saudara kita, berprasangka selalu positif, berprasangka selalu baik,” pungkasnya. (peb)






