
AGAM – Untuk mencegah penyakit cacar air, Pemkab Agam melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) akan melakukan Imunisasi Rubella. Imunisasi itu rencananya akan dilaksanakan mulai Agustus 2018 mendatang.
“Sasarannya adalah anak usia 9 bulan-15 tahun. Imunisasi akan menggabungkan vaksin rubella dengan vaksin campak, yang dikenal dengan Vaksin MR,” kata Kadinkes Agam, dr. H. Indra Rusli, Senin (25/6).
Vaksin MR adalah jenis imunisasi yang berfungsi untuk melindungi tubuh dari dua penyaki sekaligus-campak (Measles) dan campak Jerman (Rubella). Vaksin MR merupakan bagian dari vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella), tapi di Indonesia vaksin Mumps sengaja dipisahkan dari keduanya. Hal ini dilakukan karena penyakit Mumps alias gondongan sudah jarang ditemui di kalangan masyarakat Indonesia.
Sementara itu, campak baik itu campak biasa maupun rubella (campak Jerman) masih sangat sering terjadi pada anak-anak. Campak Jerman juga membutuhkan perhatian ekstra apabila penderitanya adalah ibu hamil.
Pada wanita yang masih hamil muda, rubella dapat menyebabkan keguguran, kematian bayi dalam kandungan, hingga kelainan bawaan pada bayi. Maka, vaksin MR perlu diberikan pada anak untuk mencegah kedua penyakit ini, juga untuk mencegah penyebarannya kepada anak-anak lain.
Vaksinasi akan dilakukan petugas di sekolah-sekolah dan di Posyandu, yang tersebar di Kabupaten Agam.
Berdasarkan rilis Kementerian Kesehatan RI, vaksin MR yang digunakan di Indonesia sudah mendapat rekomendasi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan izin edar dari Badan POM. Jadi, vaksinasi MR aman dilakukan. Vaksin ini pun nyatanya telah digunakan di lebih dari 141 negara dunia.
Umumnya vaksin MR tidak memiliki efek samping yang berarti. Sekalipun ada, efek samping yang ditimbulkan cenderung umum dan ringan, seperti demam, ruam kulit, atau nyeri di bagian kulit bekas suntikan. Ini merupakan reaksi yang normal, dan akan menghilang dalam waktu 2-3 hari.
Dalam kasus yang sangat jarang terjadi, seseorang anak juga bisa mengalami reaksi alergi sebagai efek samping vaksin rubella dan campak. Imunisasi atau vaksinasi adalah suatu tindakan pemberian zat yang berasal dari kuman, baik yang sudah mati ataupun yang dilemahkan. Diharapkan dengan pemberian vaksin ini, sistem pertahanan tubuh mengenali kuman tersebut, sehingga tubuh bisa mengatasinya apabila suatu saat terinfeksi. Pada beberapa anak yang lebih sensitif, mungkin mereka akan menampakkan reaksi alergi berat dari cairan yang terkandung dalam vaksin tersebut.
Dalam dunia medis, kondisi ini disebut dengan anafilaksis. Namun, jika kondisi ini segera ditangani, anak akan segera membaik. Itu sebabnya, meskipun aman, lebih baik berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter untuk menghindari risiko reaksi alergi sebagai efek samping vaksin rubella dan campak. (fajar)






