
MENTAWAI – Cakupan pemberian imunisasi Measles Rubel (MR) di Kabupaten Kepulauan Mentawai saat 5 September 2018 sudah mencapai 62,62 persen. Ditargetkan imunisasi di Mentawai mencapai 95 persen,
Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Mentawai, Lahmuddin Siregar mengatakan, pemberian Imunisasi kepada anak-anak di Mentawai usia 9 bulan sampai 15 tahun dilakukan dua tahap. Yaitu, bulan Agustus di lakukan pada pos sekolah dan bulan September dilakukan di setiap pos pelayanan imunisasi yang ada di Mentawai.
Untuk mencapai target, kata Lahmuddin, perlu dukungan masyarakat, pihak sekolah dan orang tua. Pemahaman masyarakat soal imunisasi MR cukup baik, meski beredar banyak prokontra baik halal haram maupun hal lainnya, seperti kasus anak yang sakit pasca diimunisasi.
Diakuinya, pemberian Imunisasi MR di Mentawai tidak ada persoalan serta tidak terpengaruh dengan informasi yang berkembang. Namun, Dinkes Mentawai tetap berupaya menjalin komunikasi hingga menuju target.
“Banyaknya informasi yang berkembang terkait dengan Imunisasi RM, sebenarnya yang namanya Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) biasa terjadi. Itu namanya normal. Namanya diberi penyakit yang dilemahkan melalui suntik vaksin tentu ada reaksi. Salah satunya anak demam,” kata Lahmuddin kepada padangmedia.com di ruang kerjanya, Rabu (5/9).
Namun, katanya, KIPI dengan kondisi yang berat jarang terjadi. Kalaupun ada, harus dipastikan dulu apa penyebabnya. Karena, bisa saja di waktu bersamaan ada penyakit lain sehingga berdampak pada tubuh anak-anak.
Lahmuddin menjelaskan, dengan mendapat imunisasi, ada dua penyakit yang bisa dicegah, yaitu campak dan rubela. Penyakit campak dan rubela belum ada obatnya. Salah satu cara mencegahnya adalah dengan melakukan imunisasi. Kalau tidak dilakukan imunisasi akan berdampak kepada jantung bawaaan, berpengaruh pada otak, dan bisa berkomplikasi hingga menyebab kematian.
“Diharapkan dengan dilakukan imunisasi anak-anak bisa terlindungi sampai mereka dewasa. Apalagi penyakit rubela, bagi perempuan ketika melahirkan bisa melahirkan anak yang cacat,” tukasnya. (ers)






