
MENTAWAI – Cakupan imunisasi Campak dan Rubella di Kabupaten Kepulauan Mentawai untuk saat ini tertinggi di Sumatera Barat. Adapun cakupan imunisasi MR di Mentawai sudah mencapai 85,53 persen. Sementara, target nasional 95 persen. Dengan demikian, Mentawai hampir mendekati target nasional.
Sebenarnya, data riil dari puskesmas, kata Kepala Dinas Kesehatan Mentawai, Lahmuddin Siregar, capaian sebenarnya sudah mencapai 94 persen. Saat ini, pemberian imunisasi campak dan rubella di Bumi Sikerei masih dalam tahap berjalan dan diharapkan bisa mencapai target nasional.
“Dari jajaran kesehatan, kita minta dukungan kepada seluruh komponen masyarakat untuk meyukseskan imunisasi campak dan rubella,” kata Lahmuddin di Tuapeijat, Jumat (19/10).
Dikatakan Lahmuddin, dengan banyaknya masyarakat yang diimunisasi, tentu akan terlindungi dari penyakit. Oleh karena itu, masyarakat diminta bersama mengkampayekan agar generasi masa depan terhindar dari bahaya penyakit.
Terkait penolakan dari masyarakat, Lahmuddin mengatakan, vaksin imunisasi kecil efek sampingnya. Kalaupun terjadi demam dan sakit pada bekas suntikan vaksin, paling hanya dua hingga tiga hari sudah hilang.
Begitu juga terkait persoalan halal haram yang menjadi perdebatan. Itupun MUI sudah mengeluarkan fatwa nomor 33 tahun 2018 bahwa pemberian vaksin imunisasi campak dan rubella dibolehkan karena untuk menghindari lahir anak cacat.
Lebih lanjut, Lahmuddin mengatakan, sosialisasi pemberian imunisasi campak dan rubella harus sampai ke tingkat bawah karena dampaknya sangat besar. Saat ini, kondisi cakupan mentawai masih berada di posisi tertinggi di Sumatera Barat.
Diakuinya, ada orang tua yang melarang anaknya diimunisasi karena alergi. “Namun, setelah diberi vaksin imunisasi, alergi pada anak tersebut malah hilang dan inipun terjadi di luar dugaan kita,” ucapnya.
Sementara Staf Imunisasi Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar, Erwin menyebutkan, secara umum di wilayah Sumatera Barat, pemberian imunisasi di Kabupaten Kepulauan Mentawai luar biasa. Dari 19 kabupaten dan kota, capaiannya sampai 80 persen. Saat ini, baru satu-satunya Mentawai yang mampu melakukannya.
Menurut Erwin, waktu hanya 11 hari lagi untuk pemberian vaksin imunisasi dari pemerintah pusat. Diharapkan Mentawai mampu mencapai angka target yang ditentukan nasional. Setidaknya, kabupaten lainnya termotivasi, karena seluruh daerah yang ada di Indonesia harus mencapai syarat yang ditentukan pemerintah pusat, ujarnya. (ers)






