PARIAMAN- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat Muhidi menegaskan, pemimpin harus mampu menghimpun seluruh potensi. Selain itu, seorang pemimpin harus memiliki dan menjaga integritas serta menerapkan prinsip-prinsip yang berpedoman kepada ajaran agama, serta akar adat budaya dalam kehidupan sosial.
Muhidi menyampaikan hal itu saat membuka kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) se-Kota Pariaman di SMKN 2 Pariaman, Senin (21/7/2025). LDK tersebut diikuti dengan antusias oleh peserta.
Muhidi menegaskan, generasi muda menghadapi tantangan yang tidak bisa diabaikan mengingat pesatnya perkembangan teknologi. Perkembangan tersebut membawa dampak yang bisa memengaruhi pola kehidupan, sikap, dan perilaku seseorang.
“Banyak kalangan muda yang terjerumus kepada penyalahgunaan narkoba, ada yang terperangkap kepada perilaku menyimpang, dan sebagainya, itu merupakan dampak buruk dari perkembangan teknologi dan informasi kepada pola perilaku kehidupannya,” kata Muhidi.
Namun, lanjutnya, perkembangan tersebut bisa memberikan dampak positif jika bisa disaring oleh generasi muda. Dalam hal ini, generasi muda harus memahami tuntunan agama serta nilai-nilai adat budaya untuk dijadikan benteng dari pengaruh buruk tersebut sehingga yang tersaring hanya manfaat positifnya saja.
“Ajaran agama dan penerapan nilai-nilai adat di dalam kehidupan merupakan benteng yang kokoh yang mampu mencegah generasi muda terjerumus kepada perbuatan yang buruk tersebut,” ujarnya.
Lebih jauh menurut Muhidi, perkembangan zaman hendaknya dimanfaatkan dengan baik dan bijak untuk kehidupan yang lebih baik. Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, kemampuan memahami berbagai bahasa asing dan sebagainya bisa menjadi modal menuju kesuksesan.
“Meski demikian, memahami dan melaksanakan tuntunan agama serta menjaga nilai-nilai adat dan budaya menjadi bekal Utama yang mampu mengendalikan kemampuan menguasai kemajuan ilmu dan teknologi sehingga tidak terpengaruh kepada hal-hal negatif yang bisa merugikan diri sendiri dan orang lain,” lanjutnya.
Dalam kesempatan itu, Muhidi berpesan kepada seluruh generasi muda untuk menempa diri dengan ilmu pengetahuan. Namun harus membentengi diri dengan keimanan dan ketakwaan sehingga mampu menjadi pemimpin yang cerdas dan religious untuk masa depan bangsa yang lebih baik lagi. ,
Kemudian, terkait pelatihan kepemimpinan dasar tersebut, menurut Muhidi hendaknya dijadikan sebagai modal dasar untuk menempa diri. Belajar berorganisasi merupakan bekal untuk menjadi pemimpin di masa depan. Berkumpul, berpendapat, berdiskusi, saling menghargai dan mampu menyatukan perbedaan menjadi sebuah kekuatan merupakan latihan untuk menjadi seorang pemimpin yang amanah, bertanggung jawab dan berwibawa. F







