
PADANGMEDIA.COM – Bagi Anda warga Kabupaten Agam, khususnya di Salingka Danau Maninjau yang ingin mempunyai usaha baru, budidaya udang lobster air tawar nampaknya bisa menjadi salah satu pilihan alternatif untuk mengurangi jumlah Keramba Jala Apung (KJA).
Saat ini, peminat udang lobster cukup banyak. Permintaan pasar pun kian meningkat dan hasil tangkapan nelayan di Danau Maninjau tidak bisa mencukupi itu.
Hal itu diungkapkan langsung oleh Syafrizal (36), warga Alai, Jorong Muko-Muko, Nagari Koto Malintang, Kecamatan Tanjung Raya, seorang pemilik budidaya udang Lobster pertama di daerah itu.
Saat ditemui padangmedia.com di kediamannya, ia mengaku lobster merupakan hewan baru di Danau Maninjau. Meski demikian, populasinya cukup banyak dan mulai menjadi objek tangkapan masyarakat yang berada di sekeliling danau, termasuk dirinya.
Menurutnya, usaha budidaya hewan dengan nama latin Cherax Quadricarinatus itu baru ditekuninya satu tahun terakhir. Tidak ada pengetahuan atau keterampilan khusus. Ia hanya belajar dari pengalaman dan kesalahan saat proses budidaya.
“Saya mengorbankan sebuah kamar dan menyulapnya menjadi kolam untuk penampungan dan mengembangbiakan lobster ini, karena saya tidak punya lahan yang cukup untuk pembudidayaan,” jelasnya.
Ia menjelaskan, lobster yang ditangkap dari Danau Maninjau dikumpulkan dan diberi makan dengan ikan karamba yang sudah mati yang dicampur dengan pelet ikan.
Ia mengatakan, untuk panen saat ini tidak beraturan. Ia hanya mengambil yang sudah memiliki ukuran besar dan memastikan tidak sedang bertelur.
“Saya hanya punya satu kolam penampungan. Jadi, jika sudah sebesar ibu jari orang dewasa, saya langsung memanennya, dalam 1 bulan bisa sampai 3 kali panen,” ungkapnya.
Untuk panen saat ini tidak beraturan, ia hanya mengambil yang sudah memiliki ukuran besar dan memastikan tidak sedang bertelur.
“Dari hasil tangkapan dan budidaya, saya bisa mendapatkan rata-rata 250 kg lobster dalam satu bulan. Satu kilogramnya dihargai Rp65.000,” terangnya.
Untuk budidaya ini, ia masih terus melakukan perbaikan dan pengembangan. Ia optimis ke depannya usaha yang dilakukannya itu bisa besar dan menjadi peluang yang menjanjikan juga untuk masyarakat sekitar. (fajar)






