
MENTAWAI – Tim Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Sumatera Barat wilayah kerja Sumatera Barat, Provinsi Bengkulu dan Sumatera Selatan melakukan kajian sejarah dan budaya di Kabupaten Kepulauan Mentawai. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama tujuh hari dalam rangka melakukan kajian penelitian kepada perantau yang berdomisili di Kabupaten Kepulauan Mentawai.
Ketua Tim BPNB Sumbar, Undri SS M.Si kepada padangmediacom, Rabu (20/7) usai dialog bersama Kepala UPT Radio Sasaraina mengatakan, kajian penilaian sejarah dan budaya di Kabupaten Kepulauan Mentawai merupakan salah satu usaha pelestarian dan pengembangan budaya daerah, termasuk keberagaman suku dan budaya serta keunikan di Bumi Sikerei yang belum pernah diungkap.
“Selain kajian penilaian pelestarian dan budaya, ini bisa sebagai media pembelajaran untuk masyarakat, terutama dalam mengenali berbagai keberagaman suku dan budaya dengan keunikan yang dimiliki setiap suku budaya di Kabupaten Kepulauan Mentawai,” katanya.
Program kerja yang dilakukan setiap tim yang turun ke lapangan, ada dua kategori penilaian, yakni, Pokja Sejarah dan Pokja Budaya. Kajian tersebut akan dilakukan di wilayah Tuapeijat, salah satu daerah mempresentasikan keberagaman yang ada di Mentawai.
“Kajikan dilakukan untuk melihat bagaiman keberadaan perantau yang berdomisili di Mentawai dengan berbagai etnis yang ada dan juga bagaimana pengaruh terhadap masyarakat Mentawai itu sendiri,” katanya.
Awalnya, kajian penilaian pelestarian budaya rencananya hanya kepada perantau Minang yang ada di Mentawai. Namun, ketika turun ke lapangan, ternyata perantau di Bumi Sikerei sangat beragam. Ada dari Batak, Nias, Jawa, Minang dan daerah Timur Indonesia.
Dengan berbagai suku budaya di Kabupaten Kepulauan Mentawai, BNPB mencoba mengkaji masing-masing daerah untuk memperkenalkan kekhasan kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat daerah mereka masing-masing, baik melalui bahasa, pengetahuan, kebiasaan, kesenian dan berbagai bentuk tradisi yang terus dikembangkan setiap daerahnya di Mentawai.
Menurutnya, kegiatan kajian penilaian sejarah dan budaya merupakan hal positif dan strategis dilakukan. Terutama dalam rangka mengenali, melestarikan serta mewariskan nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Mentawai itu sendiri. Melalui kegiatan tersebut diharapkan tercipta hubungan keakraban serta berkelanjutan antara masayarakat setempat dengan perantau di Mentawai dalam menyebarluaskan spirit kecintaan terhadap kebudayaan. (ers)






