BPJS Ketenagakerjaan Pasaman Barat Dorong Optimalisasi Akuisisi Melalui Agen Perisai
  • Home
  • Berita
  • BPJS Ketenagakerjaan Pasaman Barat Dorong Optimalisasi Akuisisi Melalui Agen Perisai

BPJS Ketenagakerjaan Pasaman Barat Dorong Optimalisasi Akuisisi Melalui Agen Perisai

BPJS pasbar

PASAMAN BARAT – BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pasaman Barat terus mendorong optimalisasi akuisisi peserta, khususnya pekerja Bukan Penerima Upah (BPU), melalui penguatan peran agen Penggerak Jaminan Sosial Indonesia (Perisai). Hal tersebut disampaikan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Pasaman Barat, Ana Rizqi Toyyibah, kepada media di Kantor BPJS Ketenagakerjaan, Senin (30/3)

Menurut Ana,  agen Perisai merupakan mitra resmi BPJS Ketenagakerjaan yang bertugas memperluas jangkauan layanan hingga ke tingkat komunitas. Peran tersebut meliputi sosialisasi program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, membantu pendaftaran peserta baru, menerima pembayaran iuran, hingga memberikan pendampingan kepada peserta dalam proses pengajuan klaim.

“Capaian akuisisi pekerja BPU di wilayah Pasaman Barat mulai menunjukan arah positif dengan keterlibatan agen Perisai yang memiliki jaringan kuat di tengah masyarakat. Saya menilai, relasi sosial para agen menjadi kunci penting dalam perluasan kepesertaan,” katanya.

Selain mendapatkan fee dari akuisisi dan juga fee atas keberlanjutan pembayaran iuran oleh pekerja, kepada  agen Perisai juga diberikan penghargaan yang diserahkan pada Rabu (10/3) lalu.  Penghargaan diberikan pada agen perisai yang mendapatkan capaian akuisisi terbesar untuk periode Bulan Januari dan Februari 2026, atas nama  Masri Malay dan Hadi ISwanto. .  “Penghargaan ini diberikan untuk lebih memotivasi agen-agen dalam mendukung BPJS Ketenagakerjaan menjalankan amanah melindungi pekerja dan memutus rantai kemiskinan dan kerentanan ekonomi bagi pekerja khususnya sector informal,” papar Ana.

Bagaimanapun, tambah Ana, BPJS ketenagakerjaan memang membutukan Periisai . Tak hanya itu, kita juga membutuhkan lebih banyak lagi agen-agen Perisai yang punya akses langsung ke komunitas hingga ke pelosok-pelosok seperti pedagang, ketua nelayan, kelompok ojek, perkumpulan petani dan buruh tani. “Jika masuk lewat mereka, akuisisinya bisa dalam jumlah besar dan jangkauan lebih luas, bukan sedikit-sedikit,” ujarnya.

Sejak program Perisai diaktidkan pada tahun 2018, BPJS ketenagakerjaan kabupaten Pasaman Barat sudah memiliki sebanyak 31 orang agen Perisai.  (*)

Berita Terkait

Leave a Reply