BPBD Agam dan KSB Matangkan Skenario Simulasi Bencana
  • Home
  • Agam
  • BPBD Agam dan KSB Matangkan Skenario Simulasi Bencana

BPBD Agam dan KSB Matangkan Skenario Simulasi Bencana

Rapat tim BPBD dengan KSB Kec.Sungai Pua yang digelar Selasa (17/4) malam. (fajar)

AGAM – Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam kembali merapatkan barisan bersama Kelompok Siaga Bencana (KSB) untuk mematangkan skenario pelaksanaan simulasi gunung api dan gempa bumi. Simulasi akan digelar pada puncak Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2018 yang jatuh pada tanggal 26 April mendatang di Kantor Wali Nagari Batupalano, Kecamatan Sungai Pua.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Agam, Yunaidi mengatakan, kesiapan Sungai Pua sebagai lokasi simulasi HKB 2018 juga didukung penuh oleh Kelompok Siaga Bencana (KSB) yang sudah terbentuk di setiap nagari yang ada di daerah itu. Termasuk relawan PMI serta seluruh warga masyarakat Kecamatan Sungai Pua. Apalagi tujuan dari pelaksanaan kegiatan simulasi adalah untuk meminimalisir dampak bencana yang terjadi di Kabupaten Agam, khususnya di Sungai Pua.

“Simulasi sekaligus sebagai latihan dan pengetahuan bila nanti terjadi insiden yang sebenarnya,” kata Yunaidi, Kamis (19/4).

Dikatakan Yunaidi, saat rapat tim BPBD dengan KSB Kecamatan Sungai Pua yang digelar Selasa (17/4) malam lalu, ia menyarankan agar kegiatan HKB ditambah dengan simulasi kebakaran. Hal itu akan bertambah baik dan menambah semarak serta menambah semangat pemuda dan masyarakat saat melaksanakan HKB tingkat Kabupaten Agam.

Sementara, Wali Nagari Sungai Pua, Fikri Nanda, menyatakan siap membantu kelancaran pelaksanaan HKB 2018. Menurutnya, di Sungai Pua terdapat gunung api yang masih aktif dan mungkin suatu saat akan terjadi letusan, sehingga perlu persiapan melalui latihan agar masyarakat mampu dan mengetahui apa saja langkah-langkah yang akan dikerjakan ketika bencana itu datang.

“Kegiatan latihan simulasi dilakukan untuk memberikan peringatan dan pelajaran bagaimana cara penanggulangan bencana gempa saat sedang melakukan aktivitas. Karena, Kabupaten Agam merupakan daerah rawan bencana, termasuk gempa bumi dan letusan gunung api,” ungkapnya.

Untuk tuntas dan lancarnya kegiatan HKB, pihak kecamatan dan nagari akan terus melakukan latihan dan rapat-rapat di semua unsur, mulai dari tingkat kecamatan, nagari, jorong dan kelompok organisasi yang ada. Termasuk persatuan ojek dan angkutan pedesaan. (fajar)

Berita Terkait

Leave a Reply