PADANG – Balai Pelayanan Penempatan dan Perlidungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI)
Padang akan mengadakan Training of Trainer (TOT) untuk calon fasilitator tenaga kesehatan dan Up Skilling bagi perawat.
TOT akan diberikan kepada 30 peserta yang berasal dari perguruan tinggi kesehatan, rumah sakit atau Dinas Kesehatan, baik dari institusi negeri maupun swasta di Sumbar. Sedangkan Up Skill diberikan untuk 30 orang alumni atau sarjana kesehatan dari institusi kesehatan Sumbar dengan syarat utama maksimal lulus pada tahun 2015.
TOT tersebut merupakan program untuk menciptakan calon fasilitator Profisiency RN yang berasal dari Sumatera Barat. Sedangkan program Up Skilling akan mencetak perawat bersetifikasi yang akan siap bekerja ke luar negeri. Kegiatan TOT dan UP Skilling tersebut bekerjasama dengan instansi terkait, termasuk di dalamnya Kementerian Kesehatan RI.
“Kegiatan TOT dan Up Skilling ini merupakan tindak lanjut dari Deputi Kerjasama Luar Negeri dan
Promosi, Elia Rosalin atas kunjungan beliau beberapa waktu lalu. Mengingat adanya potensi tenaga perawat yang besar di Sumbar namun belum memiliki sertifikasi bertaraf internasional,” ujar
Kepala BP3TKI Padang, Drs. Harris Nainggolan, MM dalam siaran pers yang diterima padangmedia.com, Rabu (9/11).
Harris berharap kegiatan itu bisa menjawab permasalahan kondisi tenaga kerja di Indonesia yang tidak sesuai dengan permintaan atau demand dari luar negeri. Kegiatan itu memberikan pesertanya sertifikat yang diakui di dunia internasional sehingga dapat bersaing untuk bekerja di luar negeri. Sertifikat akan sangat membantu dalam mendapatkan gaji yang lebih layak. Satu orang perawat dapat menerima gaji antara 20-30 juta rupiah per bulannya.
“Kegiatan ini merupakan kesempatan dan peluang besar bagi masyarakat Sumatera Barat untuk
menunjukkan kualitas dan kemampuan lulusan kesehatan. Kegiatan ini dibiayai penuh oleh
pemerintah, sehingga peserta tidak akan dipungut biaya sepersenpun,“ ungkap Harris.
Peserta TOT yang akan mengikuti pelatihan memiliki kualifikasi sebagai berikut, yakni merupakan
pegawai tetap atau dosen tetap pada institusi kesehatan tersebut, minimal berpendidikan sarjana
keperawatan/kesehatan, aktif berbahasa Inggris dan akan lebih dipilih bila memiliki pengalaman
klinik di rumah sakit minimal lima 5 tahun. Satu institusi mengirim satu orang calon fasilitator,
kecuali jika kouta tidak terpenuhi, maka satu intitusi bisa mengirim calon lebih dari satu orang.
Sedangkan untuk peserta Up Skilling harus memenuhi beberapa syarat, di antaranya berpengalaman minimal 1 tahun di klinik RS pada bagian yang sama, telah berusia 21 tahun pada bulan Desember 2016, sehat fisik serta bebas dari penyakit TB paru, Hepatitis B, HIV/AIDS dan kaki gajah pada saat mendaftar Up Skill skore TOEFL min 350.
Kepala Seksi Kelembagaan dan Pemasyarakatn Program Tommy Kurniawan mengungkapkan, kegiatan TOT dan UP Skilling Perawat baru pertama kalinya diadakan di Sumbar. Kegiatan tersebut merupakan program kedua yang dilaksankan oleh BNP2TKI setelah sebelumnya berhasil dilakukan di
Mataram. Kegiatan itu akan dilaksanakan secepatnya setelah kuota peserta cukup sehingga waktu
penutupan pendaftaraan peserta masih bersifat tentatif.
“Kami BP3TKI Padang telah melakukan koordinasi dengan intansi terkait dan kami telah memberikan
surat pemberitahuan kepada seluruh Sekolah Kesehatan yang memiliki program kesehatan di Sumatera Barat. Kami juga telah menghubungi dan melibatkan tokoh masyarakat Sumbar agar
kegiatan ini berhasil, termasuk Bapak Romeo Risal yang sangat mendukung kegiatan ini,” kata
Tommy. (rin/rel)






