PADANG- Sistim Informasi Debitur (SID) menjadi penting tidak saja bagi lembaga perbankan dan jasa keuangan, tetapi juga bagi debitur atau calon debitur. Bank Indonesia membangun sistim ini untuk mempermudah lembaga jasa pembiayaan dan masyarakat.
Kepala Perwakilan (Kpw) Bank Indonesia wilayah Sumatera Barat Puji Atmoko membuka sosialisasi SID di gedung Kpw BI Sumbar, Jumat (16/10) menjelaskan, SID adalah sebuah sistim informasi yang dimiliki BI dalam rangka menghimpun laporan debitur oleh pelapor SID. Dalam hal ini, yang berposisi sebagai pelapor SID adalah lembaga jasa keuangan seperti bank umum, BPR, lembaga penyedia kartu kredit non bank dan lembaga pembiayaan.
” Dalam sistim ini, kewajiban pelapor adalah menyampaikan laporan debitur kepada Bank Indonesia dengan lengkap, akurat, kini dan utuh,” kata Puji.
Dengan adanya SID, lembaga pembiayaan dapat mengetahui prospek calon debitur yang mengajukan kredit secara jelas. Informasi Debitur Individual (IDI) memudahkan lembaga pembiayaan untuk mengetahui informasi identitas debitur, fasilitas pembiayaan, agunan, penjamin serta kinerja kreditnya (kolektibilitas).
Kepala Unit Divisi Layanan Informasi Administrasi dan Manajemen Intern Departeman Pengelolaan dan Kepatuhan Laporan Bank Indonesia Sony Panji Wicaksono yang menjadi pembicara dalam sosialisasi tersebut menerangkan, masyarakat debitur atau calon debitur dapat pula mengetahui informasi yang akurat tentang datanya di lembaga pembiayaan.
” Jika datanya tidak akurat, debitur bisa mengambil langkah penyelesaian dengan mengajukan komplain ke Bank Indonesia atau ke bank atau lembaga pembiayaan bersangkutan. Sepertin misalnya soal BI Cheking,” kata Sony.
Informasi debitur individual merupakan hasil olahan dari laporan debitur yang disampaikan oleh pelapor SID. Jika data debitur tidak akurat maka debitur berhak mengajukan keluhan (komplain). Pelapor SID yang tidak menyampaikan laporan debitur dengan benar bisa dikenakan sanksi administrasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Sony menambahkan, manfaat informasi debitur bagi masyarakat adalah untuk mempermudah dan mempercepat bank atau lembaga pembiayaan dalam melakukan analisa persetujuan kredit.
Sony menambahkan, sistim informasi debitur ini juga bisa diakses secara online di situs Bank Indonesia. Berbeda dari beberapa tahun lalu yang masih menggunakan sistim manual dan dilaporkan secara berkala. (feb)







