
PADANG – Pertumbuhan Ekonomi (PE) Provinsi Sumatera Barat tumbuh terbatas pada triwulan I tahun 2017 sebesar 4,91 persen. Meskipun tumbuh lebih tinggi dari triwulan IV tahun 2016 sebesar 4,86 persen, namun masih lebih rendah dari historis lima tahun terakhir dengan rata-rata 5,75 persen (year on year/yoy).
Untuk memacu peningkatan perekonomian Sumatera Barat dan menjaga inflasi, Bank Indonesia wilayah Sumatera Barat memberikan beberapa rekomendasi. Hal paling mendasar adalah penyusunan neraca satelit pariwisata dan mengoptimalkan pemanfaatan tanah ulayat untuk investasi.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Barat Puji Atmoko menyebutkan, neraca satelit pariwisata telah dilakukan oleh beberapa provinsi lain di Indonesia dengan tujuan untuk mengetahui peranan dan mengukur keberhasilan pariwisata.
“Sumatera Barat perlu menyusun neraca satelit pariwisata seperti yang telah dilakukan oleh daerah lain untuk mengetahui peranan atau kontribusi serta mengukur keberhasilan pariwisata terhadap perekonomian daerah,” kata Puji, Jumat (9/6).
Dia menambahkan rekomendasi tersebut diberikan karena sektor pariwisata merupakan potensi daerah yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi. Pariwisata Sumatera Barat memiliki potensi yang sangat baik dan memberikan dampak positif kepada pertumbuhan ekonomi daerah.
Disamping itu, kepemilikan tanah atau lahan di Sumatera Barat yang mengenal sistim tanah ulayat perlu dioptimalkan pemanfaatannya sebagai salah satu faktor produksi untuk tujuan investasi. Pemerintah Nagari harus didorong untuk melakukan penyusunan Buku Tanah Nagari sehingga memberikan kepastian hukum dalam pemanfaatan tanah ulayat.
Rekomendasi berikutnya adaah meningkatkan frekuensi dan memperluas wilayah pelaksanaan pasar tani. Hal ini dilakukan untuk menghadapi lonjakan inflasi terutama pada saat Ramadhan dan lebaran.
“Terakhir adalah meningkatkan keterlibatan aparat hukum dalam mengantisipasi upaya pelanggaran hukum dalam distribusi kebutuhan pokok agar tidak terjadi kelangkaan barang di pasaran,” tandasnya.
Sementara itu, laju pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat triwulan II tahun 2017 ini diproyeksikan tumbuh pada kisaran 5,3-5,7 persen (yoy). Namun, pertumbuhan ini akan diikuti oleh kenaikan laju inflasi, seiring dengan datangnya siklus Ramadhan dan lebaran. (feb)






