
PADANG – Bank Indonesia optimis, kondisi perekonomian Indonesia di tahun 2019 tetap berada dalam kondisi stabil. Optimisme itu didasari beberapa faktor, antara lain prakiraan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat Federal Reserve atau The Fed, sudah berada pada posisi puncak.
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara menyatakan, suku bunga The Fed yang sudah mencapai puncak tersebut sangat menolong perekonomian Indonesia. Selain itu, utang luar negeri Indonesia yang masih berada pada level aman, di bawah PDB membuat keyakinan ekonomi akan berkembang pada kondisi yang stabil.
“Kita optimis perekonomian Indonesia pada tahun ini masih stabil. Posisi suku bunga acuan The Fed yang sudah berada di puncak sangat menguntungkan,” kata Mirza usai memberikan paparan Diseminasi Laporan Perekonomian Indonesia tahun 2018 di Padang, Sumatera Barat, Jumat (29/3/2019).
Salin faktor tersebut, inflasi juga diprakirakan akan berada pada posisi sesuai ekspektasi. Sementara peningkatan kinerja ekspor serta menekan impor akan menguntungkan dari sisi perdagangan luar negeri.
Dia menekankan, tahun 2018 lalu saja pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Indonesia masih bisa mempertahankan pertumbuhan ekonomi pada posisi 5,17 persen dan laju inflasi pada level 3 persen.
“Tahun ini diperkirakan tidak akan seberat tahun lalu sehingga kita optimis pertumbuhan akan berada pada level yang stabil,” ujarnya.
Dia menegaskan, sinergi merupakan kunci utama menghadapi berbagai tantangan guna meningkatkan kinerja perekonomian nasional. Prospek perekonomian Indonesia tahun 2019 diprakirakan akan tetap baik, di tengah perekonomian global yang belum kondusif.
Mirza menyatakan, tahun 2019, Bank Indonesia terus menempuh bauran kebijakan guna memperkuat eksternal dan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Langkah yang akan diambil antara lain menempuh kebijakan moneter yang preemptive dan ahead of the curve. Selain itu juga melanjutkan arah kebijakan makroprudensial yang akomodatif serta mengakselerasi pendalaman pasar keuangan guna menjaga stabilitas dan mendukung pembiayaan ekonomi secara lebih luas.
“Bank Indonesia juga akan melanjutkan peran kebijakan sistem pembayaran dalam mendukung kegiatan ekonomi serta mendukung pengembangan ekonomi dan keuangan syariah hingga ke daerah – daerah sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru,” ujarnya.
Dia menambahkan, perekonomian domestik dalam jangka menengah diprakirakan berada dalam lintasan yang meningkat. Bank Indonesia juga akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dan otoritas lainnya untuk mempercepat reformasi struktural guna memastikan kesinambungan pertumbuhan ekonomi. Sinergi tersebut akan ditempuh dengan konsisten melalui empat strategi utama, yaitu strategi peningkatan daya saing, pengembangan kapasitas dan kapabilitas sektor industri, optimalisasi pemanfaatan ekonomi digital dan terakhir perluasan pembiayaan ekonomi. (fdc)






