
PADANG – Transaksi investor Sumatera Barat di pasar saham pada September 2020 meningkat sekitar Rp850 miliar. Sementara, jumlah investor ber-KTP Sumatera Barat pada bulan yang sama meningkat 850 Single Investor Identification (SID).
Demikian diungkapkan Kepala Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Sumatera Barat Early Saputra, Rabu (7/10/2020) siang.
“Transaksi dari investor ber-KTP Sumatera Barat pada bulan September 2020 mencapai Rp850 miliar. Investor bertambah lebih kurang 850 SID,” kata Early.
Dia mengungkapkan, sampai akhir Agustus 2020, tercatat investor ber-KTP Sumatera Barat sebanyak 2.099 SID. Pada akhir September bertambah menjadi 2.949 SID. “Artinya ada penambahan sebanyak 850 SID,” kata Early.
Early menerangkan, perkembangan investor saham di Sumatera Barat masih bergerak positif di tengah situasi masa pandemi Covid-19. Pada akhir tahun 2019, jumlah investor di Sumatera Barat adalah sebanyak 17.501 SID. Hingga Agustus sudah naik menjadi 19.600 SID atau naik sekitar 10,7 persen.
“Ditambah kenaikan 850 SID pada September, maka total investor ber-KTP Sumatera Barat sudah mencapai 20.450 SID atau naik 14,4 persen,” ujarnya.
Dia menambahkan, perkembangan investor saham di Sumatera Barat sangat menggembirakan. Dari tahun 2012 hanya 1.854 SID, tahun 2013 naik 540 menjadi 2.394 SID (29,13 persen). Tahun 2014 terjadi lagi kenaikan 797 investor menjadi 3.191 SID atau (33,29 persen).
“Persentase kenaikan cukup signifikan terjadi pada 2015 yang naik 66,81 persen. Dari 3.191 menjadi 5.323 SID, atau naik 2.132 investor,” ungkapnya.
Kenaikan terus berlanjut di tahun 2016 menjadi 7.067 investor (naik 32,76 persen), tahun 2017 naik 23,45 persen menjadi 8.724 investor. Kenaikan signifikan kembali terjadi pada tahun 2018, mencapai 50,14 persen. Dari 8.724 menjadi 13.098 investor atau naik 4.374 SID. Serta tahun 2019 naik 4.403 SID menjadi 17.501 SID (33,62 persen). (Febry)






