
PADANG – Seorang warga binaan atau narapidana (napi) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Muaro, Padang, Sumatera Barat terpaksa dilarikan ke RSUP M Djamil Padang setelah berkelahi dengan warga binaan lainnya.
Napi tersebut adalah Junaedi (40), yang terpaksa dilarikan ke rumah sakit, Senin (26/2) pagi karena mengalami pendarahan di kepala dan luka-luka di wajah. Warga binaan kasus narkoba ini kondisinya cukup parah dengan wajah bengkak, mata memar dan pendarahan di kepala. Dia dirawat di ruang khusus bangsal bedah Rumah Sakit M Jamil Padang.
Humas RSUP M. Djamil Padang, Gustavianof membenarkan adanya warga binaan dari Lapas Muaro Padang yang dirawat di rumah sakit tersebut.
“Betul ada masuk seorang pasien laki-laki yang merupakan warga binaan Lapas Muaro. Saat ini sedang dalam penanganan medis,” terangnya.
Informasi dari pihak rumah sakit, kondisinya cukup parah. Sejak masuk rumah sakit, Junaedi tidak sadarkan diri. Diduga, korban mendapatkan hantaman benda tumpul pada kepala, jidat dan mata hingga mengalami pendarahan.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Sumatera Barat Dwi Prasetyo mengaku belum mendapat laporan terkait kejadian itu dari Kepala Lapas Muaro. Dwi mengaku baru pulang dari mengantar pemindahan sejumlah warga binaan ke Lapas Rajabasa, Lampung.
“Saya belum mendapat laporan terkait perkelahian sesama warga binaan di Lapas Muaro Padang dari Kalapas karena baru kembali dari Lampung,” katanya.
Namun, menurutnya, kejadian perkelahian antar warga binaan sudah sering terjadi. Apalagi, Lapas Muaro Padang sudah melebihi kapasitas.
“Kapasitas Lapas Muaro Padang hanya untuk 300 orang, saat ini dihuni oleh 1.200 orang. Kondisi ini menjadi pemicu seringnya terjadi perkelahian antar sesama warga binaan,” tutupnya. (feb)






