Berkat Perjuangan Alex Indra Lukman, Ponpes MTI Punya Asrama
  • Home
  • Berita
  • Berkat Perjuangan Alex Indra Lukman, Ponpes MTI Punya Asrama

Berkat Perjuangan Alex Indra Lukman, Ponpes MTI Punya Asrama

PADANG – Satu bangunan asrama dua lantai akan berdiri di lahan milik Pondok Pesantren Madrasah Tarbiyah Islamiyah MTI), Koto Tangah Padang. Gedung yang rencananya akan difungsikan sebagai asrama puteri itu bernilai lebih dari Rp6 miliar di atas lahan seluas 3 ribu meter persegi.

Rusunawa Ponpes MTI itu dibangun dengan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Peletakan batu pertama dilakukan Senin (7/5) oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat Albert Hendra Lukman.

Sekretaris Pondok Pesantren MTI, Dafnil menyebutkan, terealisasinya bangunan gedung asrama tersebut berkat perjuangan anggota DPR RI asal Sumatera Barat Alex Indra Lukman. Dalam APBN tahun ini, dananya semula Rp5,5 miliar namun menurutnya ada perubahan berdasarkan kajian konstruksi oleh kontraktor sehingga dana untuk pembangunannya bertambah menjadi sekitar Rp6,3 miliar.

“Alex Indra Lukman adalah orang yang gigih memperjuangkan anggaran sehingga bangunan dua lantai ini bisa teralisasi,” terangnya kepada wartawan usai peletakan batu pertama pembangunan asrama.

Dafnil menceritakan, pembangunan asrama yang disebutnya rumah susun (rusun) ini berawal dari kekurangan pondok pesantren. Pihaknya lalu mencoba beraudiensi dengan pemerintah kota Padang yang sangat merespon namun terganjal kewenangan.

“Tak mau berputus asa, kami lalu mencoba menghubungi Alex Indra Lukman. Sambutannya luar biasa dan sangat bersemangat untuk memperjuangkan sehingga akhirnya proyek pembangunan asrama ini terealisasi,” ujarnya.

Dafnil mengucapkan terima kasih kepada anggota DPR RI dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu yang sangat peduli dengan pendidikan khususnya di pondok pesantren MTI.

Sambutan positif berdirinya bangunan itu juga datang dari tokoh masyarakat Batang Kabung Ganting, dimana asrama dan pondok pesantren itu berdiri. Mayulis, tokoh masyarakat setempat mengungkapkan sangat memahami kebutuhan asrama untuk pondok pesantren. Namun masyarakat tidak bisa berbuat banyak untuk membantu karena dana yang dibutuhkan sangat besar.

“Dengan datangnya bantuan pembangunan ini, kami atas nama masyarakat juga ikut merasa senang karena memang pondok pesantren ini sangat membutuhkannya,” ungkapnya.

Terkait kebutuhan asrama putera, Dafnil menyatakan sudah tersedia lahan namun akses jalan ke lahan belum tersedia. Dana untuk pembangunannya juga belum ada.

“Secara bertahap, kami akan melengkapi sarana prasarana pendidikan di pondok pesantren ini,” tandasnya. (feb)

Berita Terkait

Leave a Reply