Berbicara di Rapat Paripurna Peringatan HJP Sumbar ke-75, Ini Pesan Gamawan Fauzi
  • Home
  • Berita
  • Berbicara di Rapat Paripurna Peringatan HJP Sumbar ke-75, Ini Pesan Gamawan Fauzi

Berbicara di Rapat Paripurna Peringatan HJP Sumbar ke-75, Ini Pesan Gamawan Fauzi

Image
Mantan Mendagri Gamawan Fauzi menjadi pembicara dalam rapat paripurna DPRD Sumbar dengan agenda peringatan HJP ke-75, Kamis (1/10/2020). (ist)
Mantan Mendagri Gamawan Fauzi menjadi pembicara dalam rapat paripurna DPRD Sumbar dengan agenda peringatan HJP ke-75, Kamis (1/10/2020). (ist)

PADANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat menggelar rapat paripurna, Kamis (1/10) memperingati Hari Jadi Provinsi (HJP) ke-75.

Mantan Menteri Dalam Negeri yang juga gubernur Sumatera Barat pariode 2005 – 2010 Gamawan Fauzi diundang sebagai pembicara dalam rapat paripurna peringatan HJP yang kedua kali tersebut.

Ketua DPRD Sumatera Barat Supardi menyebutkan, HJP baru kedua kali diperingati secara resmi, setelah peraturan daerah tentang HJP ditetapkan pada Juli 2019 lalu.

“Hari ini merupakan ulang tahun Sumatera Barat ke -75 namun baru kedua kali diperingati secara resmi karena Perda HJP baru ditetapkan tahun lalu,” kata Supardi membuka rapat paripurna.

HJP Sumatera Barat ditetapkan setiap tanggal 1 Oktober. Momen sejarah yang mendasarinya adalah peristiwa tanggal 1 Oktober 1945. Ketika beberapa orang anggota DPRD Sumatera Barat melakukan pengambilalihan pemerintahan dari tangan Jepang yang tidak mau menyerahkan kekuasaan, setelah kalah perang.

Gamawan Fauzi yang diundang sebagai pembicara dalam rapat paripurna peringatan HJP tersebut menyampaikan beberapa hal. Pertama, me-review sejarah, Sumatera Barat adalah gudangnya kaum intelektual.

“Banyak tokoh – tokoh besar lahir di Sumatera Barat. Jadi “gudang” nya kaum intelektual,” kata Gamawan.

Dia memaparkan, bahkan jauh sebelum kemerdekaan, di Sumatera Barat sudah tumbuh dan berkembang banyak lembaga pendidikan. Semangat orang Sumatera Barat yang sangat besar untuk belajar telah melahirkan banyak pemikir.

Tokoh yang pernah memimpin Sumatera Barat ini menyadari, tahun ini merupakan masa – masa sulit karena wabah pandemi Covid-19. Banyak sektor terdampak, terutama ekonomi.

“Namun demikian, mari jadikan momen peringatan hari jadi provinsi ini sebagai momentum untuk bangkit. Kembali melangkah dengan penerapan protokol kesehatan ketat agar aktivitas kembali berjalan dan aman dari Covid-19,” ucapnya.

Dia menambahkan, Sumatera Barat memiliki ragam potensi. Sebagian potensi tersebut belum tergarap secara maksimal. Untuk itu ia berharap, ke depan, penggarapan potensi yang ada lebih dioptimalkan lagi dalam rangka memacu kemajuan daerah.

“Potensi terbesar ada di kepariwisataan. Tinggal menentukan sesuai dengan potensinya, apakah wisata religi, wisata alam, wisata bahari. Semua menunggu digarap secara maksimal dan profesional” tambahnya.

Dia mengingatkan, pemerintah daerah harus mampu menggandeng semua pihak untuk memberikan saran dan masukan dan untuk ikut berperan serta dalam berbagai program pembangunan.

“Sumatera Barat harus berusaha menjadi yang terdepan, jangan hanya jadi pengikut. Jadilah sebagai daerah yang diikuti,” tandasnya.

(Febry)

Berita Terkait

Leave a Reply